Belakangan ini saya jadi suka baca-baca tuilsannya Pak Hermawan Kartajaya di Kompas.com tentang New Wave Marketing. Bukan tanpa alasan saya baca-baca itu, karena sejak 2 tahun lalu sebenarnya saya mulai menyukai topik-topik marketing. Saya sampai membeli buku tentang marketing, seperti bukunya Hermawan Kartajaya on Positioning-Differentiation-Brand dan Ideavirusnya Seth Godin, juga baca-baca entri blog tentang marketing. Maklum lah anak muda, apapun yang menarik langsung dipelajari, hehe.. Tapi sudah setahunan belakangan saya tidak terlalu banyak lagi belajar dan cari-cari informasi tentang dunia marketing. Sampai di beberapa minggu terakhir ini saya mulai denger istilah New Wave Marketing.
Merujuk dari The World is still Round, the Market is already Flat, Pak Hermawan Kartajaya mendeskripsikan new wave marketing sebagai dunia pemasaran dimana perusahaan sebagai pemasar berbaur dalam lingkungan yang sama dengan pelanggan alias target pasar. Dan itu bisa terjadi karena peranan teknologi informasi, khususnya Web 2.0.
Yang menarik, dunia TIK saat ini sedang heboh dengan apa yang disebut sebagai Web 2.0. Inilah generasi berikutnya dari internet yang dulunya cuma bisa memberikan informasi. Saat ini internet sudah bersifat interaktif. Era Web 2.0 ini membuat internet tidak lagi bersifat vertikal semata, tapi sudah bersifat horisontal.
Bukan cuma bersifat One-to-Many atau One-to-One, tapi sudah bersifat Many-to-Many. Karena itulah, pasar menjadi datar. Artinya, tidak ada perbedaan status antara Marketer dan Customer. Marketer dan Customer sama rata. Marketer sudah berbaur dengan Customer-nya...
Dengan demikian, hanya marketing yang bersifat horisontal yang akan efektif.
dari The World is still Round, the Market is already Flat,
Wah, seru juga setelah tahu kalo New Wave Marketing ini ternyata memanfaatkan Web 2.0. Blog adalah salah satu ‘warga’ dari Web 2.0 bukan? Artinya blog pun perannya lebih luas lagi, nggak cuma sekedar yang udah pernah kita bahas sebelumnya (buat curhat, buat personal branding, buat media pembelajaran, buat politik, buat menunjukkan kompetensi diri, buat memperluas jaringan), tapi bisa juga buat alat pemasaran!
Hmm, kira-kira gimana ya, manfaatin blog beserta keluarga Web 2.0 lainnya buat alat pemasaran ya? Nah, buat yang kepengen tahu, MarkPlus Inc., sebuah perusahaan konsultan pemasaran terkemuka yang dipimpin Pak Hermawan Kartajaya akan menyelenggarakan sebuah konferensi tahunan tentangmarketing yang bernama MarkPlus Conference 2009. Tema yang diangkat pada konferensi tahun ini adalah tentang new wave marketing, yaitu Riding The NEW WAVE: Are You Ready to Take-Off?
INTEGRATING OFF-LINE & ON-LINE COMMUNITY,
Internet telah berubah wujud, menjadi “mutan” yang sama sekali lain. Tepatnya sejak Tim O’Reilly, seorang pakar internet, “memproklamirkan” lahirnya Web 2.0 tahun 2004. Dengan perkembangan baru ini setiap orang kini bisa dengan mudah berkomunikasi, berpartisipasi, berinteraksi, berbagi, berkomunitas, atau berkolaborasi satu sama lain. Kalau dulu dalam format Web 1.0, situs internet begitu “angkuh” karena statis, pasif, dan satu arah, maka kini dalam format Web 2.0 internet menjadi demikian cool , fun , dan interaktif.
RESEARCH 2.0 on SOCIAL MEDIA,
Fenomena ini menunujukkan optimisme bahwa dengan semakin berkembangnya penetrasi internet di Indonesia, pendekatan riset research 2.0 akan semakin menemukan relevansinya, sekarang tergantung bagaimana kita mengoptimalkannya. Memang tidak semua produk cocok menggunakan pendekatan research 2.0 . Produk-produk yang lebih bersifat lifestyle dan menyasar anak muda lah yang paling pas menggunakan research 2.0.
Pasar Remaja termasuk segmen yang sangat basah. Karena itu, tak heran jika saat ini banyak pemasar yang berlomba-lomba menyasar segmen ini.Temukan pengalaman para pelaku bisnis yang sukses menyasar segmen remaja di MarkPlus Conference 09.
Ayo ngeBlog!
Read More..
Jumat, 26 Juni 2009
Senin, 22 Juni 2009
The 12 Cs of New Wave Marketing

ERA New Wave Marketing memang sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Perkembangan peradaban manusia berjalan seiring dengan perkembangan teknologi. Dalam berbagai literatur seperti dalam The 8th Habit: From Effectiveness to Greatness karya Stephen Covey, A Whole New Mind karya Daniel Pink, dan The Rise of the Creative Classkarya Richard Florida, bisa disimpulkan bahwa sebenarnya ada lima tahap perkembangan peradaban manusia.
Awalnya, untuk memenuhi kebutuhan dasarnya, manusia berperan sebagai pemburu binatang atau pengumpul tumbuh-tumbuhan. Karena itu mereka hidup berpindah-pindah alias nomaden, tergantung ada di mana hewan buruannya itu atau di mana tumbuh-tumbuhan yang bisa dimakan. Di tahap ini manusia hanya mengenal teknologi yang sangat primitif seperti tombak, panah, pisau, dan sebagainya, yang dipakai untuk aktivitasnya tadi.
Kemudian, di tahap kedua, manusia mulai menetap dan bercocok tanam. Manusia sudah mengenal sistem pengairan dan cara membiakkan hewan ternak. Manusia sudah mampu mengolah lahan agar bisa subur untuk bercocok tanam. Pekerjaan manusia yang dominan di sini adalah bertani. Sampai pada masa inilah yang dikenal sebagai Era Agrikultural. Era agrikultural ini berlangsung kira-kira sampai pertengahan abad ke-19.....
Di tahap ketiga perkembangan peradabannya, mulai tumbuh berbagai industri dengan mesin-mesinnya. Revolusi industri yang dipelopori oleh penemuan mesin uap oleh James Watt pada pertengahan abad ke-18 menandai hal ini. Pada Era Industrial inilah orang mulai banyak yang bekerja di pabrik. Orang juga mulai sering bepergian jauh setelah dibangunnya kapal yang modern dan juga diciptakannya pesawat udara. Era Industrial ini berlangsung kira-kira sejak pertengahan abad ke-18 sampai pertengahan abad ke-20.
Kemudian di tahap selanjutnya, mulai tumbuh adanya kebutuhan yang berbasis jasa (service-based) dan pengetahuan (knowledge-based). Karena itulah muncul berbagai bidang pekerjaan yang berhubungan dengan hal tersebut. Di bidang jasa tumbuh sektor perbankan untuk mendukung industri manufaktur dan juga bisnis penginapan/hotel untuk memenuhi kebutuhan orang yang mulai sering bepergian.
Setelah itu, pada dasawarsa 1980-an, bidang teknologi informasi mulai berkembang pesat yang ditandai dengan kehadiran personal computer (PC). Kehadiran PC ini membuat pengetahuan berkembang dengan sangat pesat karena PC memudahkan orang untuk mengakses informasi. Perkembangan peradaban manusia yang ditandai oleh lahirnya sektor jasa dan teknologi informasi inilah yang disebut sebagai Era Informasi, yang berlangsung dari pertengahan abad ke-20 sampai awal abad ke-21.
Dan saat ini, manusia mulai memasuki tahap perkembangan peradaban yang kelima, yaitu sebagai pekerja kreatif (creative worker). Akumulasi pengetahuan (reservoir of knowledge) yang sebelumnya sudah didapat pada Era Informasi menjadikan orang mampu melahirkan kebijakan (wisdom) untuk menciptakan berbagai hal yang jauh lebih kreatif. Era inilah yang merupakan eranya New Wave.
Jika sebelumnya kehadiran teknologi mendorong produktivitas (technology driving productivity), maka pada era New Wave ini teknologi yang ada mendorong lahirnya kreativitas (technology driving creativity). Perbedaannya dengan pada Era Informasi, teknologi pada Era New Wave mendorong tumbuhnya partisipasi. Semakin banyak orang yang bisa ter-connect satu sama lain untuk berpartisipasi, untuk belajar, dan untuk menciptakan sesuatu.
Seperti yang dikatakan Scott McNealy, Chairman Sun Microsystems, di Era Informasi alias Era Legacy Marketing, yang akan menguasai pasar adalah mereka yang mampu mengendalikan proses penciptaan dan pendistribusian informasi. Sementara di Era Partisipasi alias Era New Wave Marketing, yang penting adalah akses. Akses ini memungkinkan terciptanya value secara bersama melalui jaringan orang yang saling berbagi, berinteraksi, dan menyelesaikan masalah.
Karena itulah, elemen-elemen marketing yang selama ini kita kenal dalam Legacy Marketing juga harus mengalami penyesuaian. Sekadar mengingatkan, dalam Legacy Marketing dikenal Sembilan Elemen Marketing yang terdiri dari Segmentation, Targeting, Positioning, Differentiation, Marketing-Mix (Product, Price, Place, Promotion), Selling, Brand, Service, dan Process.
Nah, dalam New Wave Marketing, elemen-elemen tersebut menjadi apa yang saya sebut sebagai “The 12 Cs of New Wave Marketing”. Kedua belas C ini adalah Communitization, Confirming, Clarifying, Coding, Crowd-Combo (Co-Creation, Currency, Communal Activation, Conversation), Commercialization, Character, Caring, dan Collaboration.(Hermawan Kartajaya )
Read More..
Kamis, 11 Juni 2009
Alhamdulillah Nisa dan Bunda di tolong Allah Swt

Tadi malam seusai antar ayah ke jalan Raya A. Yani di daerah perumahan Delta Sari, bunda bersama Nisa naik motor, sambil cerita dan mampir di apotik untuk beli obat Indie yang sakit batuk belum sembuh-sembuh, juga nisa yang masih pilek.
Agak lama di apotik terus lihat ke toko lain yang ada perlengkapan bayi dan anak, nisa minta dibeliin sandal sama bunda karena sandal yang pernah dibelikan bunda, kesayangan Nisa sudah rusak kena air dan sudah tidak bisa dipakai lagi. Juga Nisa minta dibelikan mainan Yoyo, yang sama seperti punya kaka Athira.
Bunda gelisah memikirkan adik Indie yang masih sakit di tinggal di rumah bersama Mbak Min dan kaka tira dan sedang ada mas wawan anak angkatnya Mak Rah (almarhumah yang meninggal baru 40 hari yang lalu) dari Nganjuk.
Nisa masih merengek minta dibelikan nasi goreng karena persis sebelah apotik ada rumah makan chinese food, aromanya tercium nisa yang kriuk-kriuk perutnya kalau diluar rumah. Sama seperti kaka athira kalau diajak ke luar rumah apalagi jalan ke mall yang tadinya kenyang di rumah mendadak lapar kalau sudah melihat restoran yang mereknya Athira dan Bunda yang di maksud adalah restoran yang dari amrik itu;AW singkatan dari athira dan waty nama bunda.
"Nggak usah beli nasi goreng yang disini mahal, nanti aja kita tunggu nasi goreng yang lewat rumah kita, saat malam sesudah waktu sholat Isya"; Kata bunda sambil merayu Nisa yang suka ngambek. Alhamdulillah Nisa menurut pada keinginan bunda...
Saat bunda stater motor ternyata menyala sebentar kemudian mati, bunda dorong pelan-pelan bisa nyala sebentar pas di tengah jalan mati lagi. Bunda cek bensinnya ternyata habis, bunda berusaha dulu di choke tetep nggak berhasil. Motor itu siang sipake ayah kerja lupa nggak diisi bensinnya. Bunda sempat marah sama ayah sambil ngomong sama Nisa: " Mbak Anisa bilang sama ayah kalau pakai motor bunda tolong diisi bensinnya, jangan nyusahin bunda sama nisa seperti ini ya!; kata bunda sambil bawa motor Nisa tertinggal dibelakang jalan kaki. " Ya bun nanti tak bilangin ayah"; jawab Nisa.
Saat bunda stater motor ternyata menyala sebentar kemudian mati, bunda dorong pelan-pelan bisa nyala sebentar pas di tengah jalan mati lagi. Bunda cek bensinnya ternyata habis, bunda berusaha dulu di choke tetep nggak berhasil. Motor itu siang sipake ayah kerja lupa nggak diisi bensinnya. Bunda sempat marah sama ayah sambil ngomong sama Nisa: " Mbak Anisa bilang sama ayah kalau pakai motor bunda tolong diisi bensinnya, jangan nyusahin bunda sama nisa seperti ini ya!; kata bunda sambil bawa motor Nisa tertinggal dibelakang jalan kaki. " Ya bun nanti tak bilangin ayah"; jawab Nisa.
Sekitar 100 meter dorong motor dan Nisa berjalan sambil semangat, tiba-tiba ada pengendara motor yang berhenti dan menanyakan keadaan bunda dan Nisa yang bawa motor tapi anaknya jalan. Nisa bertanya:"Bun itu temennya bunda tah? Bunda Jawab:"Bukan Nis bunda nggak kenal". Pengendara motor itu laki-laki usianya di perkirakan setengah dari usia bunda. "Kenapa, bu?' tanya pengendara tersebut, "Bensinnya abis mas"; jawab bunda. "Tunggu disini ya anaknya mau dibonceng saya? saya mau ambilkan bensin, saya tahu dekat sini ada yang jual bensin eceran"; kata Mas pengendara motor lagi.
Belum saya jawab Mas pengendara motor itu sudah pergi meninggalkan kami berdua di jalan yang sedikit penerangan karena sudah malam. Bunda tidak membawa alat komunikasi hanya terdiam dan berdoa, sambil terharu dengan peristiwa yang baru saja bunda dan Nisa alami. Tak lama kemudian datanglah Mas pengendara sepeda motor dengan membawa 1 botol bensin, segera ditumpahkan kedalam tangki bensin motor. Setelah itu pengendara motor meninggalkan kami setelah bunda mengucapkan terimakasih dan menolak uang yang bunda berikan untuk pembayaran bensin.
Subhanallah, Alhamdulillah secepat itu Allah menolong Nisa dan bunda. Pesan buat Nisa yang rajin sedekah Insyaallah Nisa akan rajin sholat setelah Nisa besar nanti ya bun.
Read More..
Belum saya jawab Mas pengendara motor itu sudah pergi meninggalkan kami berdua di jalan yang sedikit penerangan karena sudah malam. Bunda tidak membawa alat komunikasi hanya terdiam dan berdoa, sambil terharu dengan peristiwa yang baru saja bunda dan Nisa alami. Tak lama kemudian datanglah Mas pengendara sepeda motor dengan membawa 1 botol bensin, segera ditumpahkan kedalam tangki bensin motor. Setelah itu pengendara motor meninggalkan kami setelah bunda mengucapkan terimakasih dan menolak uang yang bunda berikan untuk pembayaran bensin.
Subhanallah, Alhamdulillah secepat itu Allah menolong Nisa dan bunda. Pesan buat Nisa yang rajin sedekah Insyaallah Nisa akan rajin sholat setelah Nisa besar nanti ya bun.
Selasa, 09 Juni 2009
Hari gini belum bayar Zakat..., apa kata Akhirat?

Alhamdulillah pagi ini, bunda sambil digonceng sepeda motor sama ayah, membaca iklan dari Rumah zakat atau yang sejenis itu, bunda lupa hanya baca sekilas. Tapi intinya iklan ini terinspirasi dari hari gini belum bayar pajak apa kata Dunia?
Subhanallah, selama ini kita hanya memikirkan dan selalu waktu kita tersita oleh urusan dunia. Padahal Allah selalu mengingatkan masa depan kita adalah setelah kematian atau lebih tepatnya setelah kita meninggalkan dunia yang fana ini.
Bunda mengingatkan pada diri bunda pribadi apakah keluarga kita sudah membayar zakat selain zakat fitrah yang satu tahun satu kali dan zakat yang lainnya seperti zakat emas perhiasan atau zakat harta maupun zakat hasil bumi dll.
Ananda sholehah semua putri bunda dan Mas Bagas juga Mbak Ayu pesan bunda selalu agar kalian saling menyayangi dan saling mengingatkan saling melindungi dan saling membela. Sungguh bunda juga terinspirasi dari; Hemers sahabat sejati selalu setia sesuai moto kantor bunda Telkom Solution, Astagfirullah, dunia lagi pikirannya bunda eh akhiratnya mana Bun?
Jangan lupa sayang, nanda sholeh dan sholehah, Beramalah sebanyak-banyaknya sebagai tabungan akhiratmu. Semakin banyak yang disedekahkan harta kita semakin bertambah. Semoga. Doa Bunda selalu menyertai Nanda sholehah amin.
Read More..
Senin, 01 Juni 2009
Izinkan aku bertutur

Ketika lahir, anak lelakiku gelap benar kulitnya, Lalu kubilang pada ayahnya: "Subhanallah, dia benar-benar mirip denganmu ya!" Suamiku menjawab: "Bukankah sesuai keinginanmu? Kau yang bilang kalau anak lelaki ingin seperti aku." Aku mengangguk. Suamiku kembali bekerja sepertibiasa.Ketika bayi kecilku berulang tahun pertama, aku mengusulkan perayaannya dengan mengkhatam kan Al Quran di rumah Lalu kubilang pada suamiku: "Supaya ia menjadi penghafal Kitabullah ya,Yah." Suamiku menatap padaku seraya pelan berkata: "Oh ya. Ide bagus itu."Bayi kami itu, kami beri nama Ahmad, mengikuti panggilan Rasulnya. Tidakberapa lama, ia sudah pandai memanggil-manggil kami berdua: Ammaa. Apppaa. Lalu ia menunjuk pada dirinya seraya berkata: Ammat! Maksudnya ia Ahmad. Kami berdua sangat bahagia dengan kehadirannya.
Ahmad tumbuh jadi anak cerdas, persis seperti papanya. Pelajaran matematika sederhana sangat mudah dikuasainya. Ah, papanya memang jago matematika. Ia kebanggaan keluarganya. Sekarang pun sedang S3 di bidang Matematika.
Ketika Ahmad ulang tahun kelima, kami mengundang keluarga. Berdandan rapikami semua. Tibalah saat Ahmad menjadi bosan dan agak mengesalkan.Tiba-tiba ia minta naik ke punggung papanya. Entah apa yang menyebabkanpapanya begitu berang, mungkin menganggap Ahmad sudah sekolah, sudah terlalu besar untuk main kuda-kudaan, atau lantaran banyak tamu dan ia kelelahan.
Ahmad tumbuh jadi anak cerdas, persis seperti papanya. Pelajaran matematika sederhana sangat mudah dikuasainya. Ah, papanya memang jago matematika. Ia kebanggaan keluarganya. Sekarang pun sedang S3 di bidang Matematika.
Ketika Ahmad ulang tahun kelima, kami mengundang keluarga. Berdandan rapikami semua. Tibalah saat Ahmad menjadi bosan dan agak mengesalkan.Tiba-tiba ia minta naik ke punggung papanya. Entah apa yang menyebabkanpapanya begitu berang, mungkin menganggap Ahmad sudah sekolah, sudah terlalu besar untuk main kuda-kudaan, atau lantaran banyak tamu dan ia kelelahan.
Badan Ahmad terhempas ditolak papanya, wajahnya merah, tangisnya pecah, Muhammad terluka hatinya di hari ulang tahunnya kelima. Sejak hari itu, Ahamad jadi pendiam. Murung ke sekolah, menyendiri di rumah. Ia tak lagisuka bertanya, dan ia menjadi amat mudah marah.
Aku coba mendekati suamiku, dan menyampaikan alasanku. Ia sedangmenyelesaikan papernya dan tak mau diganggu oleh urusan seremeh itu, katanya.
Tahun demi tahun berlalu. Tak terasa Ahmad telah selesai S1. Pemuda gagah,pandai dan pendiam telah membawakan aku seorang mantu dan seorang cucu.Ketika lahir, cucuku itu, istrinya berseru sambil tertawa-tawa lucu:"Subhanallah! Kulitnya gelap, Mas, persis seperti kulitmu!"
Ahmad menoleh dengan kaku, tampak ia tersinggung dan merasa malu."Salahmu. Kamu yang ingin sendiri, kan. Kalau lelaki ingin seperti aku!"
Di tanganku, terajut ruang dan waktu. Terasa ada yang pedih di hatiku. Adayang mencemaskan aku. Cucuku pulang ke rumah, bulan berlalu.
Kami, nenek dan kakeknya, datang bertamu. Ahmad kecil sedang digendongayahnya. Menangis ia. Tiba-tiba Ahmad anakku menyergah sambil berteriakmenghentak, "Ah, gimana sih, kok nggak dikasih pampers anak ini!" Dengankasar disorongkannya bayi mungil itu.
Suamiku membaca korannya, tak tergerak oleh suasana. Ahmad, papa bayi ini, segera membersihkan dirinya di kamar mandi.
Aku, wanita tua, ruang dan waktu kurajut dalam pedih duka seorang istridan seorang ibu. Aku tak sanggup lagi menahan gelora di dada ini. Pecahlahtangisku serasa sudah berabad aku menyimpannya.
Aku rebut koran di tangan suamiku dan kukatakan padanya: "Dulu kauhempaskan Ahmad di lantai itu! Ulang tahun ke lima, kau ingat? Kau tolakia merangkak di punggungmu! Dan ketika aku minta kau perbaiki, kau bilangkau sibuk sekali. Kau dengar? Kau dengar anakmu tadi? Dia tidak sukadipipisi. Dia asing dengan anaknya sendiri!"
Allahumma Shali ala Muhammad. Allahumma Shalli alaihi wassalaam.Aku ingin anakku menirumu, wahai Nabi. Engkau membopong cucu-cucumu dipunggungmu, engkau bermain berkejaran dengan mereka Engkau bahkan menengok seorang anak yang burung peliharaannya mati. Dan engkau pula yang berkata ketika seorang ibu merenggut bayinya dari gendonganmu, "Bekas najis ini bisa kuseka, tetapi apakah kau bisa menggantikan saraf halus yang putus di kepalanya?"
Aku memandang suamiku yang terpaku. Aku memandang anakku yang tegak diam bagai karang tajam. Kupandangi keduanya, berlinangan air mata. Aku takboleh berputus asa dari Rahmat-Mu, ya Allah, bukankah begitu?
Lalu kuambil tangan suamiku, meski kaku, kubimbing ia mendekat kepadaAhmad. Kubawa tangannya menyisir kepala anaknya, yang berpuluh tahun tak merasakan sentuhan tangan seorang ayah yang didamba.
Dada Ahmad berguncang menerima belaian. Kukatakan di hadapan merekaberdua, "Lakukanlah ini, permintaan seorang yang akan dijemput ajal yangtak mampu mewariskan apa-apa: kecuali Cinta. Lakukanlah, demi setiap anak lelaki yang akan lahir dan menurunkan keturunan demi keturunan.Lakukanlah, untuk sebuah perubahan besar di rumah tangga kita! Juga dipermukaan dunia. Tak akan pernah ada perdamaian selama anak laki-laki takdiajarkan rasa kasih dan sayang, ucapan kemesraan, sentuhan dan belaian, bukan hanya pelajaran untuk menjadi jantan seperti yang kalian pahami. Kegagahan tanpa perasaan.
Dua laki-laki dewasa mengambang air di mata mereka. Dua laki-laki dewasadan seorang wanita tua terpaku di tempatnya. Memang tak mudah untukberubah. Tapi harus dimulai. Aku serahkan bayi Ahmad ke pelukan suamiku. Aku bilang: "Tak ada kata terlambat untuk mulai, Sayang."
Dua laki-laki dewasa itu kini belajar kembali. Menggendong bersama,bergantian menggantikan popoknya, pura-pura merancang hari depan si bayisambil tertawa-tawa berdua, membuka kisah-kisah lama mereka yang penuhkabut rahasia, dan menemukan betapa sesungguhnya di antara keduanya Allahmenitipkan perasaan saling membutuhkan yang tak pernah terungkapkan dengan kata, atau sentuhan.
Kini tawa mereka memenuhi rongga dadaku yang sesak oleh bahagia, syukur pada-Mu Ya Allah! Engkaulah penolong satu-satunya ketika semua jalan tampak buntu. Engkaulah cahaya di ujung keputusasaanku.
Tiga laki-laki dalam hidupku aku titipkan mereka di tangan-Mu. Kelak, jikaaku boleh bertemu dengannya, Nabiku, aku ingin sekali berkata: Ya, Nabi.aku telah mencoba sepenuh daya tenaga untuk mengajak mereka semuamenirumu!
Amin, alhamdulillah
Jumat, 29 Mei 2009
Alhamdulillah Cucu pertama telah lahir
Subhanallah telah lahir dengan selamat dan sehat seorang putri yang sangat dinantikan oleh semua keluarga besar Ayah. Mas Yogi dan Mbak Ros telah menjadi seorang ayah dan bunda Alhamdulillah, semoga cucu, putri Sebastian menjadi pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa .. amin !
Kemantapan mereka terhadap agama tauhid yang telah ditegakkan nenek-moyangnya. ''Hai anak-cucuku, siapakah yang akan kalian sembah sepeninggalku nanti?'' tanyanya.
Dengan tegas anak-cucu Yakub menjawab, ''Kami akan menyembah Tuhan sesembahanmu dan sesembahan moyangmu: Ibrahim, Ismail, dan Ishak, yaitu Tuhan Yang Mahaesa. Dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.'' (Al-Baqarah 133). Dialog di atas menggambarkan keserasian antara generasi tua dan generasi penerus dalam menegakkan ajaran tauhid, yang tentu saja harus menjadi teladan bagi setiap muslim. Yakub sangat khawatir meninggalkan generasi lemah iman dan gersang agamanya. Namun ia sangat bahagia ketika mendengar anak-cucunya memberikan pernyataan bahwa mereka tetap berpegang teguh pada ajaran tauhid.
Yang ditanyakan Yakub, ''Siapakah yang akan kalian sembah sepeninggalku nanti'', bukan ''Apa yang akan kalian makan sepeninggalku nanti.'' Sungguh suatu penanaman nilai tauhid yang sangat luar biasa lagi mendalam. Kenyataan yang ada sekarang, jauh berbeda. Banyak orangtua lebih mendambakan harta. Merasa sangat khawatir anak-cucuknya tidak bisa makan sepeninggalnya nanti, hingga tidak jarang hidupnya dihabiskan untuk mengumpulkan kekayaan. Tak lagi ingat halal-haram, yang penting anak-cucu bisa hidup bahagia dengan harta warisan sampai tujuh turunan. Agama sekadar ucapan lisan, hatinya kosong penuh kemunafikan. Padahal Ibrahim dan Yakub pernah berwasiat, ''Hai anak-cucuku, Allah telah memilih buatmu agama, maka janganlah kalian mati sebelum benar-benar menjalankan ajaran agama Islam.'' (Al-Baqarah 132).
Kita diberi pelajaran yang sangat berharga, agar mengikuti jejak Ibrahim dan Yakub dalam membina generasi penerus. Kalau kita mengikuti paham materialis, berarti telah cenderung pada faham Qarun yang ditenggelamkan ke bumi oleh Allah. Kekayaan yang pelimpah akan menjadi fitnah bagi anak-cucu. Boleh jadi mereka akan memperebutkan harta warisan, lupa kepada jerih payah dan perjuangan orangtua. Melihat realitas yang ada, ketika manusia sibuk memikirkan materi, kita seharusnya mampu mencoba diri membekali nilai-nilai tauhid kepada anak-anak sejak dini. Kita kenalkan mereka dengan kalimah thayibah. Kita perdengarkan kepadanya bacaan kalam Ilahi dan ucapan-ucapan yang baik. Kita perlihatkan perilaku yang terpuji, dan bahkan di dalam rumah pun kita pajang hiasan dinding yang mengandung nilai-nilai Islami.
Kita ajak anak-anak ke majelis taklim, ke masjid maupun ke surau. Kita biasakan mereka berinfak, mengasihi fakir miskin, dan yatim piatu. Menyayangi teman dan menanamkan rasa kebersamaan. Dari sinilah akan lahir generasi tauhid yang kita dambakan.
Kemantapan mereka terhadap agama tauhid yang telah ditegakkan nenek-moyangnya. ''Hai anak-cucuku, siapakah yang akan kalian sembah sepeninggalku nanti?'' tanyanya.
Dengan tegas anak-cucu Yakub menjawab, ''Kami akan menyembah Tuhan sesembahanmu dan sesembahan moyangmu: Ibrahim, Ismail, dan Ishak, yaitu Tuhan Yang Mahaesa. Dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.'' (Al-Baqarah 133). Dialog di atas menggambarkan keserasian antara generasi tua dan generasi penerus dalam menegakkan ajaran tauhid, yang tentu saja harus menjadi teladan bagi setiap muslim. Yakub sangat khawatir meninggalkan generasi lemah iman dan gersang agamanya. Namun ia sangat bahagia ketika mendengar anak-cucunya memberikan pernyataan bahwa mereka tetap berpegang teguh pada ajaran tauhid.
Yang ditanyakan Yakub, ''Siapakah yang akan kalian sembah sepeninggalku nanti'', bukan ''Apa yang akan kalian makan sepeninggalku nanti.'' Sungguh suatu penanaman nilai tauhid yang sangat luar biasa lagi mendalam. Kenyataan yang ada sekarang, jauh berbeda. Banyak orangtua lebih mendambakan harta. Merasa sangat khawatir anak-cucuknya tidak bisa makan sepeninggalnya nanti, hingga tidak jarang hidupnya dihabiskan untuk mengumpulkan kekayaan. Tak lagi ingat halal-haram, yang penting anak-cucu bisa hidup bahagia dengan harta warisan sampai tujuh turunan. Agama sekadar ucapan lisan, hatinya kosong penuh kemunafikan. Padahal Ibrahim dan Yakub pernah berwasiat, ''Hai anak-cucuku, Allah telah memilih buatmu agama, maka janganlah kalian mati sebelum benar-benar menjalankan ajaran agama Islam.'' (Al-Baqarah 132).
Kita diberi pelajaran yang sangat berharga, agar mengikuti jejak Ibrahim dan Yakub dalam membina generasi penerus. Kalau kita mengikuti paham materialis, berarti telah cenderung pada faham Qarun yang ditenggelamkan ke bumi oleh Allah. Kekayaan yang pelimpah akan menjadi fitnah bagi anak-cucu. Boleh jadi mereka akan memperebutkan harta warisan, lupa kepada jerih payah dan perjuangan orangtua. Melihat realitas yang ada, ketika manusia sibuk memikirkan materi, kita seharusnya mampu mencoba diri membekali nilai-nilai tauhid kepada anak-anak sejak dini. Kita kenalkan mereka dengan kalimah thayibah. Kita perdengarkan kepadanya bacaan kalam Ilahi dan ucapan-ucapan yang baik. Kita perlihatkan perilaku yang terpuji, dan bahkan di dalam rumah pun kita pajang hiasan dinding yang mengandung nilai-nilai Islami.
Kita ajak anak-anak ke majelis taklim, ke masjid maupun ke surau. Kita biasakan mereka berinfak, mengasihi fakir miskin, dan yatim piatu. Menyayangi teman dan menanamkan rasa kebersamaan. Dari sinilah akan lahir generasi tauhid yang kita dambakan.
Rabu, 27 Mei 2009
Tangis haru bunda

Alhamdulillah ananda sholehah Athira putri sulung bunda mendapat undangan, dari tempat pengajian kaka begitu bunda memanggil ananda Athira.Ahad pagi tanggal 24 Mei ananda sudah siap memakai baju ngaji naik sepeda persiapan ke rumah ustadzah Ibah.
Diam-diamtanpa sepengetahuan kaka tira, bunda menghadiri undangan sendiri karena kaka bilang itu untuk santri saja. Sebelumnya kaka dapat pinjaman uang dari Mbak Plus 20 ribu untuk acara ini. Alhamdulillah Mbak Plus bunda berterimakasih untuk kelancaran kaka ngaji mau meminjamkan uang gaji pertama mbak ikut bunda. Semoga barokah rijki mbak plus amin.
Sungguh terharu bunda dengan pengorbanan ustad dan ustadzah telah lulus 11 santri khatam Al-quran . Bahkan mendapat nilai terbaik saat ditest se kabupaten Sidoarjo.
Kelas 3 SD santri putri khatam Al-Quran juga juara cerdas cermat, Subhanallah dihadiri oleh ke 2 orang tuanya. Sungguh kebanggaan dan haru bunda tak terkira hingga meneteskan air mata dapat mendampingi athira di sekolah ngaji kaka. Sementara ayah tidak hadir sedang ke jakarta.
Ditinggal ayah ke jakarta ke 2 putri bunda Anisa dan Indie sakit rewel dan panas. bunda cuti 2 hari. Sudah bunda beri obat dan dipijat sama mbahnya.
Sungguh, bunda sangat terharu dan bangga bisa menyaksikan santri yang soleh dan sholehah, betapa bangga orang tuanya sampai memberikan hadiah atas prestasi ananda yang khatam Al-quran dan doa sehari-hari maupun hadist yang sudah dihapal oleh anak-anak.
Alhamdulillah ya Allah bunda tidak salah memilih lingkungan yang baik untuk ananda. Semoga ananda Athira, Anissa dan indie menjadi anak yang sholehah , khatam Al-Quran dan mengamalkannya amin. Doa bunda selalu menyertai ananda.
Read More..
Jumat, 22 Mei 2009
Duka di hari Ultahnya Ayah

Tanggal 19 Mei 2009 Pagi hari terjadi musibah pesawat hercules jatuh dan terbakar menimpa rumah penduduk, dengan korban meninggal 100 orang lebih. Sharing di pagi ini bunda Alhamdulillah pagi sebelum sharing sempat bebenah acara yang akan dilakukan di hari ini.
Read More..
Bertepatan hari ultah ayah athira yang ke ......., semoga ayah bertambah bijak dalam segala situasi. Athira peduli dengan handphone ayah yang sudah kusam, dengan rasa sayang dan cinta semua anak2 ayah dan bunda memberikan hadiah ini khusus untuk ayah tersayang.
Tira juga ingin mengajak keluarga di kalibutuh berkaraoke ria di INUL VISTA. Alhamdulillah semua menikmati termasuk ayah sendiri yang nggak mau kalah sama anak2nya berkaraoke lagu 2 jadul.
Annisa ingin bunda menemani ayah bernyanyi, yang ikut serta Nindi, Salma dan Via. Nisa dan tira sementara Indie di rumah bersama mbak Plus. Alhamdulillah kehadiran Mbak plus dirumah semoga melebihi kasih sayangnya Mbak Ima terhadap anak-anak bunda amin, sesuai dengan doanya Mbak Ima amin ya Robbal alamin.
Selasa, 12 Mei 2009
Pengaruh Cinta Dan Kasih Sayang
Pernah pada pagi ketika saya sedang mandi, Nisa ribut dengan ketuk-ketuk kamar mandi sambil berteriak-teriak. 'duit..yah, duit yah..' Tumben pagi-pagi sudah minta duit, biasanya minta beli jajan. pikir saya. Setelah selesai mandi istri saya mengatakan barusan ada orang yang butuh. 'oo..pantesan ribut minta duit mau ngasih orang lain ya...'kata saya. Biasanya mamahnya suka memberi beras atau uang pada orang yang sedang butuh.
Itulah anak seiiring pertumbuhannya tampak sikap mereka atau ketertarikan melakukan sesuatu karena dipengaruhi oleh sikap dan perbuatan orang tuanya. pengaruh kasih sayang orang tualah yang paling kuat membentuk kepribadian sang anak. jika kita bersikap lembut dan penuh cinta maka anak akan membentuk cara berpikir anak bahwa semua orang pada dasarnya baik dan penuh cinta.
Saya teringat salah satu Hadis dari Ibnu Abas bahwa Rasulullah bersabda, 'Akrabilah anak-anakmu dan didiklah akhlak mereka.' Mendidik akhlak anak-anak buat saya berarti memberikan pengaruh Cinta dan kasih sayang pada anak, namun sesungguhnya cinta bukanlah kita yang menentukan. Cinta datangnya dari Alloh SWT dan hanya untuk Alloh SWT. Buktinya adalah luar biasa menakjubkan cinta, semakin banyak kita memberikan cinta untuk orang lain maka semakin banyak cinta yang kita terima. Orang yang bersikap penuh cinta maka akan mudah baginya untuk mendapatkan cinta dari orang-orang disekelilingnya..
Lantas bagaimana kita memberikan pengaruh cinta dan kasih sayang pada anak-anak kita? pengaruh cinta dan kasih sayang pada anak-anak itu terjadi ketika kita sebagai orang tua menghormati orang lain, membantu orang-orang disekeliling kita. Memberi pada orang yang membutuhkan sekalipun hanya Rp.500 akan memiliki makna yang begitu besar bagi anak.
kebaikan yang kita lakukan karena rasa cinta dan kasih sayang kita terhadap orang lain, menjadi sesuatu perbuatan yang menyenangkan dan spontanitas sehingga anak-anak ikut merasakan sendiri betapa bahagianya mereka ketika melakukan kebaikan.
Anak-anak ikut berempati, merasakan penderitaan orang lain, mereka mau membantu dan melihat kebahagiaan dari wajah orang-orang yang telah dibantunya, anak-anak merasakan kebahagiaan itu. indah dan luar biasa menyenangkan. Itulah nikmatnya memberi. Memberi berarti berempati terhadap penderitaan orang lain. Dan Empati adalah buah dari pengaruh cinta dan kasih sayang kita sebagai orang tua.
---
'Sesungguhnya Allah selalu beserta orang-orang yang taqwa dan orang-orang yang selalu berbuat kebaikan. (Q.S. An-Nahl 128).
Read More..
Itulah anak seiiring pertumbuhannya tampak sikap mereka atau ketertarikan melakukan sesuatu karena dipengaruhi oleh sikap dan perbuatan orang tuanya. pengaruh kasih sayang orang tualah yang paling kuat membentuk kepribadian sang anak. jika kita bersikap lembut dan penuh cinta maka anak akan membentuk cara berpikir anak bahwa semua orang pada dasarnya baik dan penuh cinta.
Saya teringat salah satu Hadis dari Ibnu Abas bahwa Rasulullah bersabda, 'Akrabilah anak-anakmu dan didiklah akhlak mereka.' Mendidik akhlak anak-anak buat saya berarti memberikan pengaruh Cinta dan kasih sayang pada anak, namun sesungguhnya cinta bukanlah kita yang menentukan. Cinta datangnya dari Alloh SWT dan hanya untuk Alloh SWT. Buktinya adalah luar biasa menakjubkan cinta, semakin banyak kita memberikan cinta untuk orang lain maka semakin banyak cinta yang kita terima. Orang yang bersikap penuh cinta maka akan mudah baginya untuk mendapatkan cinta dari orang-orang disekelilingnya..
Lantas bagaimana kita memberikan pengaruh cinta dan kasih sayang pada anak-anak kita? pengaruh cinta dan kasih sayang pada anak-anak itu terjadi ketika kita sebagai orang tua menghormati orang lain, membantu orang-orang disekeliling kita. Memberi pada orang yang membutuhkan sekalipun hanya Rp.500 akan memiliki makna yang begitu besar bagi anak.
kebaikan yang kita lakukan karena rasa cinta dan kasih sayang kita terhadap orang lain, menjadi sesuatu perbuatan yang menyenangkan dan spontanitas sehingga anak-anak ikut merasakan sendiri betapa bahagianya mereka ketika melakukan kebaikan.
Anak-anak ikut berempati, merasakan penderitaan orang lain, mereka mau membantu dan melihat kebahagiaan dari wajah orang-orang yang telah dibantunya, anak-anak merasakan kebahagiaan itu. indah dan luar biasa menyenangkan. Itulah nikmatnya memberi. Memberi berarti berempati terhadap penderitaan orang lain. Dan Empati adalah buah dari pengaruh cinta dan kasih sayang kita sebagai orang tua.
---
'Sesungguhnya Allah selalu beserta orang-orang yang taqwa dan orang-orang yang selalu berbuat kebaikan. (Q.S. An-Nahl 128).
Read More..
Kamis, 07 Mei 2009
waktu bunda bekerja
Ananda disaat bunda bekerja, bunda niatkan karena Allah dan bunda ikhlaskan hati untuk selalu rajin dan disiplin.
Saat bunda bekerja, teringat kaka yang pagi hari membangunkan Indi untuk bangun. Bunda larang karena usia indi masih 20 bulan.
Kaka athira mengingatkan bunda untuk disiplin pada Indi. Sementara mbak Anisa mengingatkan bunda untuk membiarkan yang sudah berlalu juga barang yang sudah rusak biarkan saja.
Nanda, waktu bekerja bunda sangat lama, meskipun pesan dari nanda jangan lama-lama ya bun, jangan malam-malam pulangnya bun!, begitu pinta nanda setiap pagi bunda pergi ke kantor.
Doakan bunda, ya nak. Agar bunda bekerja dengan ikhlas dan niat beribadah.
Dan yang ini bunda mohonkan perkenan Allah bagimu, ananda kecintaan hatiku:
Jadikanlah keikhlasan sebagai kekuatan dari pekerjaanmu, dan keberserahan sebagai kekuatan dari penantian hasilmu.Karena,Engkau jiwa yang mulia, dan itulah identitas-asli-mu.
Suatu saat jika Allah mengijinkan bunda punya usaha dan dapat memberi kesempatan bekerja untuk anak-anak yatim amin.Nanda, harapan bunda dimasa depan, lanjutkan cita-cita bunda untuk lebih banyak bermanfaat untuk orang lain, cintai sesama saudara seiman dan saudara yatim muslim, peduli pada orang disekitar kita.
Kepedulian nanda di waktu bunda bekerja terhadap Mbak yang ada di rumah dan bude tetangga kita, sangat bunda senangi. Jadilah kaya yang mulia dapat memberi mbanyak manfaat untuk agama dan sesama amin.
Read More..
Jumat, 24 April 2009
Penerimaan Pada Sang Buah Hati

Setiap peristiwa rasanya ada sebuah kelegaan buat saya dan istri ketika mengizinkan buah hati kami untuk menjadi dirinya sendiri, memahami putri tercinta kami sebagaimana adanya. Anak-anak memiliki dunianya yang didalamnya ada aturan sendiri. Adakalanya kita ambisi untuk menjadikan anak-anak kita yang terhebat diantara anak-anak seusianya dan kita tahu kehidupan memiliki skenario yang berbeda dari harapan kita. Idealisme tentang kesempurnaan buah hati kita sepatutnya dibuang jauh-jauh sebab hal itu hanya akan membatasi proses pertumbuhan dirinya.
Sikap penerimaan dengan setulus hati apa adanya anak-anak kita akan membuat kita lebih rendah hati. Kerendahan hati membuahkan sikap keikhlasan bahwa sang buah hati kita bukanlah milik kita. Kesadaran kita anak bukan milik kita inilah akan menggugah diri kita untuk mempercayai keberadaan Allah SWT sebagai pembimbingnya, kesadaran itu berarti mempercayakan anak-anak kita dalam bimbingan yang terbaik...
Mari kita sama-sama berdoa untuk buah hati kita dan keluarga 'Robbana hablana min azwajina wa dzuriyatina qurrota a'yuni waj'alna lil muttaaqina imama.'
'Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.'(QS al-Furqaan 25:74).
Sikap penerimaan dengan setulus hati apa adanya anak-anak kita akan membuat kita lebih rendah hati. Kerendahan hati membuahkan sikap keikhlasan bahwa sang buah hati kita bukanlah milik kita. Kesadaran kita anak bukan milik kita inilah akan menggugah diri kita untuk mempercayai keberadaan Allah SWT sebagai pembimbingnya, kesadaran itu berarti mempercayakan anak-anak kita dalam bimbingan yang terbaik...
Mari kita sama-sama berdoa untuk buah hati kita dan keluarga 'Robbana hablana min azwajina wa dzuriyatina qurrota a'yuni waj'alna lil muttaaqina imama.'
'Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.'(QS al-Furqaan 25:74).
Read More..
Rabu, 22 April 2009
Para Pensiunan, Fondasi TELKOM

Ada terbersit rasa bangga tatkala saya menyaksikan tayangan peluncuran Telkom 007 untuk hubungan SLI. Betapa megahnya, betapa semaraknya dan tentu juga betapa besar biayanya untuk keperluan marketing SLI 007 tersebut. Meskipun di era globalisasi ini hampir semuanya serba western, walau nyatanya Telkom gemar menggunakan jargon-jargon Yankee seperti: Telkom Committed 2 U, atau 007 the Real Connection, namun saya yakin bukan karena James Bond maka dipilih angka 007 oleh Direksi Telkom. Dulu ia menyebut satelitnya dengan nama “Palapa”, maka kini karena “keistimewaan” angka 7 itu sendiri yang sudah dibeberkan oleh Telkom, yaitu: tujuh lapis langit, tujuh lapisan bumi, tujuh benua, tujuh samudra, tujuh keajaiban dunia. Masih ada ljo yang lain: tujuh klasifikasi, eh, maaf, dua klasifikasi penerima manfaat pensiun Telkom.Sejujurnya rasa bangga itu tidaklah meledak-ledak apalagi dengan melonjak sembari berteriak, sebab ada sebuah pemikiran yang menyelinap, ..
bahwa: “Dulu kami sebenarnya bisa melaksanakan, andaikata stasiun satelit Jatiluhur tidak dilepas dan terpisah menjadi PT Indosat, sehingga ada pengkhususan domestik dan internasional”. Pikiran serupa pun menyelinap terhadap berkibarnya banyak perusahaan telekomunikasi seluler, “Dulu kami sebenarnya bisa melaksanakan, andaikata tidak untuk menyemai benih privatisasi, sehingga kami lepaskan dan cukup kepemilikan bersama saja”. Maha karya peninggalan pensiunan Telkom klasifikasi pertama, baik yang masih ada maupun yang telah meninggal dunia, adalah fondasi yang menopang bangunan Telkom saat ini. Layaknya sebuah fondasi, tertanam di tanah dalam kegelapan dan kesunyian. Karena tak terlihat, maka nyaris tak menarik perhatian dari mereka yang berseliweran di dalam bagunan di atas lantai yang disangga kokoh oleh fondasi itu sendiri. Diantara para pembikin maha karya itu, ada yang menghabiskan hari tuanya dengan jari tangan kanan selalu bergemetaran karena sebagai telegrafis setiap hari mengirimkan berita melalui ketokan pesawat morse. Ada yang naik turun gunung mengukur ketinggian, kemiringan, kelebaban, garis lintang dan line og sight yang bebas hambatan untuk mencari lahan yang tepat bagi setasiun repeater microwave. Ada yang harus pensiun sebelum masa pensiun normal karena terganggu pikiran dan jiwanya setelah bertugas di tempat sepi, di puncak gunung, atau di pulau kecil yang terpencil. Ada mantan kepala setasiun radio kecil di pelosok, sekaligus juga administratur (keuangan, perhubungan dan gudang), motorist penjaga dan perawat genset, teknisi, telegrafis-telefonis dan zender wacht. Ia bekerja nyaris 24 jam tanpa menuntut lembur, meskipun gaji bulanan pada zamannya selalu terlambat diterima. Dalam diam mereka menyaksikan semua ingar bingar gemerlap Telkom saat ini, sementara badannya yang renta masih harus berkarya berbasah keringat terpanggang oleh teriknya matahari kehidupan. Mereka masih belum bisa duduk manis, tetapi dengan tegar berbisik: “Dulu kami sebenarnya bisa melaksanakan kalau tidak karena mendukung kebijakan pemerintah, maka tolong jangan gundahkan hati kami yang telah renta ini.” [Djaka Rubiyanto]
(Dimuat di Pikiran Rakyat, 6 Juli 2004)
Read More..
bahwa: “Dulu kami sebenarnya bisa melaksanakan, andaikata stasiun satelit Jatiluhur tidak dilepas dan terpisah menjadi PT Indosat, sehingga ada pengkhususan domestik dan internasional”. Pikiran serupa pun menyelinap terhadap berkibarnya banyak perusahaan telekomunikasi seluler, “Dulu kami sebenarnya bisa melaksanakan, andaikata tidak untuk menyemai benih privatisasi, sehingga kami lepaskan dan cukup kepemilikan bersama saja”. Maha karya peninggalan pensiunan Telkom klasifikasi pertama, baik yang masih ada maupun yang telah meninggal dunia, adalah fondasi yang menopang bangunan Telkom saat ini. Layaknya sebuah fondasi, tertanam di tanah dalam kegelapan dan kesunyian. Karena tak terlihat, maka nyaris tak menarik perhatian dari mereka yang berseliweran di dalam bagunan di atas lantai yang disangga kokoh oleh fondasi itu sendiri. Diantara para pembikin maha karya itu, ada yang menghabiskan hari tuanya dengan jari tangan kanan selalu bergemetaran karena sebagai telegrafis setiap hari mengirimkan berita melalui ketokan pesawat morse. Ada yang naik turun gunung mengukur ketinggian, kemiringan, kelebaban, garis lintang dan line og sight yang bebas hambatan untuk mencari lahan yang tepat bagi setasiun repeater microwave. Ada yang harus pensiun sebelum masa pensiun normal karena terganggu pikiran dan jiwanya setelah bertugas di tempat sepi, di puncak gunung, atau di pulau kecil yang terpencil. Ada mantan kepala setasiun radio kecil di pelosok, sekaligus juga administratur (keuangan, perhubungan dan gudang), motorist penjaga dan perawat genset, teknisi, telegrafis-telefonis dan zender wacht. Ia bekerja nyaris 24 jam tanpa menuntut lembur, meskipun gaji bulanan pada zamannya selalu terlambat diterima. Dalam diam mereka menyaksikan semua ingar bingar gemerlap Telkom saat ini, sementara badannya yang renta masih harus berkarya berbasah keringat terpanggang oleh teriknya matahari kehidupan. Mereka masih belum bisa duduk manis, tetapi dengan tegar berbisik: “Dulu kami sebenarnya bisa melaksanakan kalau tidak karena mendukung kebijakan pemerintah, maka tolong jangan gundahkan hati kami yang telah renta ini.” [Djaka Rubiyanto]
(Dimuat di Pikiran Rakyat, 6 Juli 2004)
Selasa, 21 April 2009
Puisi Ulang Tahun untuk Istriku

Madu gairah cinta
Ingin ku rengkuh lagi nikmat madu cintamu
Yang kau umpankan lewat bahasa jiwa dari sanggarmu
Hingga aku tak sadarkan diri mabuk atas gairahmu
Melebur sukmau didalam bejana kenikmatan
Lalu terdengar suara lenguh penuh desah
Masih ada sisa-sisa madu cinta dari sudut bibirmu
Yang kau lumat dari benang sari sang sang anggrek ungu
Menawarkan sejuta perih dan gelisah hati
Kau terlihat ceria ketika usai memeras madu dari bidakara
Pendar-pendar pelangipun bersinar jelas di beningnya netramu
Menyiratkan tanda bila kehausanmu telah lenyap dari imajinasimu
Julur-julur kenikmatan merekah mengiringi warna senja
Memantulkan suara burung “kukuk beluk” sebagai irama tepi hari
....
Tiba waktu untuk kita menyucikan diri ditelaga nila
Sebagai wujud syukur kita terhadap perahan madu
Yang telah tertanam diantara altar menuju surga keturunan Adam
Terjaga oleh naga peri dari jelmaan kupu-kupu cinta
Penuh kehangatan untuk tranformasi sempurna dari agitasi hidup kita berdua
Semoga kita berhasil menjadikan penerus khalifah dibumi ini, Ridho Ilahi, bersama kita
Surabaya, 17 April 2009
Dari, Suamimu tercinta !
Ingin ku rengkuh lagi nikmat madu cintamu
Yang kau umpankan lewat bahasa jiwa dari sanggarmu
Hingga aku tak sadarkan diri mabuk atas gairahmu
Melebur sukmau didalam bejana kenikmatan
Lalu terdengar suara lenguh penuh desah
Masih ada sisa-sisa madu cinta dari sudut bibirmu
Yang kau lumat dari benang sari sang sang anggrek ungu
Menawarkan sejuta perih dan gelisah hati
Kau terlihat ceria ketika usai memeras madu dari bidakara
Pendar-pendar pelangipun bersinar jelas di beningnya netramu
Menyiratkan tanda bila kehausanmu telah lenyap dari imajinasimu
Julur-julur kenikmatan merekah mengiringi warna senja
Memantulkan suara burung “kukuk beluk” sebagai irama tepi hari
....
Tiba waktu untuk kita menyucikan diri ditelaga nila
Sebagai wujud syukur kita terhadap perahan madu
Yang telah tertanam diantara altar menuju surga keturunan Adam
Terjaga oleh naga peri dari jelmaan kupu-kupu cinta
Penuh kehangatan untuk tranformasi sempurna dari agitasi hidup kita berdua
Semoga kita berhasil menjadikan penerus khalifah dibumi ini, Ridho Ilahi, bersama kita
Surabaya, 17 April 2009
Dari, Suamimu tercinta !
Rabu, 15 April 2009
~ CINTA SEJATI SEORANG IBU~
"Bisa saya melihat bayi saya?" pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan.
Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga!
Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk.
Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak berkata, "Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh." ..
Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan, "Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?" Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya.
Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. "Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter.
Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka. Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya,
"Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia." kata sang ayah.
Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat.
Ia menemui ayahnya, "Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya." Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu."
Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini." Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu.
Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah bahwa sang ibu tidak memiliki telinga. "Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya," bisik sang ayah.
"Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?"
Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.
Read More..
Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga!
Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk.
Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak berkata, "Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh." ..
Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan, "Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?" Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya.
Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. "Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter.
Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka. Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya,
"Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia." kata sang ayah.
Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat.
Ia menemui ayahnya, "Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya." Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu."
Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini." Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu.
Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah bahwa sang ibu tidak memiliki telinga. "Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya," bisik sang ayah.
"Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?"
Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.
Read More..
Apa arti Pengembangan diri bagi anda ?
Hampir segala hal, Pengembangan diri bukan hanya berarti beda antara anda belum menduduki suatu jabatan, tetapi juga dapat berarti perbedaan antara anda menikmati hidup anda, dengan anda tidak menikmatinya.
Pengembangan diri harus berarti perkembangan yang berkesinambungan bagi anda tentu saja, bukan hanya bersifat fisik, tetapi juga mental.
Ini berarti anda slalu harus menilai diri anda sebagai seorang supervisor dan sebagai seorang manusia, anda harus menetapkan standar pribadi anda sedikit lebih tinggi setiap tahun karena anda bertambah tua...
Dari pengalaman, anda tentu lebih mengetahui apa yang bermanfaat dan apa yang tidak.
Pengembangan diri yang sesungguhnya memerlukan sedikit rasa tidak puas diri, jika anda sudah terlalu puas denagn diri anda sendiri dengan prestasi anda sebagai supervisor atau sebagai seorang individu maka pengembangan anda akan berhenti dan anda kehilangan pegangan.
Jadi bersikaplah ambius terhadap diri anda, perusahaan memberi imbalan yang memadai bagi mereka yang memberdayakan dirinya untuk berkontribusi lebih baik, agar lebih bermakna baik untuk diri sendiri, rekan kerja, maupun, untuk perusahaan. Camkan baik-baik : Dalam jangka panjang keberhasilan anda akan tergantung pada upaya anda sendiri untuk meningkatkan diri.
Read More..
Pengembangan diri harus berarti perkembangan yang berkesinambungan bagi anda tentu saja, bukan hanya bersifat fisik, tetapi juga mental.
Ini berarti anda slalu harus menilai diri anda sebagai seorang supervisor dan sebagai seorang manusia, anda harus menetapkan standar pribadi anda sedikit lebih tinggi setiap tahun karena anda bertambah tua...
Dari pengalaman, anda tentu lebih mengetahui apa yang bermanfaat dan apa yang tidak.
Pengembangan diri yang sesungguhnya memerlukan sedikit rasa tidak puas diri, jika anda sudah terlalu puas denagn diri anda sendiri dengan prestasi anda sebagai supervisor atau sebagai seorang individu maka pengembangan anda akan berhenti dan anda kehilangan pegangan.
Jadi bersikaplah ambius terhadap diri anda, perusahaan memberi imbalan yang memadai bagi mereka yang memberdayakan dirinya untuk berkontribusi lebih baik, agar lebih bermakna baik untuk diri sendiri, rekan kerja, maupun, untuk perusahaan. Camkan baik-baik : Dalam jangka panjang keberhasilan anda akan tergantung pada upaya anda sendiri untuk meningkatkan diri.
Read More..
Selasa, 14 April 2009
Doa bunda naik grade dan best support
Pagi hari ini sharing bersama di ruang uner 5. Bunda sangat tekesan dengan doanya pak Suarsis. Sangat lengkap dan sangat mengena agar semua karyawan dilancarkan mutasinya, kenaikan pangkatnya, jodohnya , mendapatkan anak yang shaleh dan lain-lain amin.
Bunda sangat terobsesi untuk memberikan yang terbaik bagi perusahan telkom, dan saat ini bunda di suport segmen 1 UNER 5. Sudah 23 tahun masa kerja bunda jalani. Sejak bunda menginjakkan kaki di Surabaya tanggal 20 Agustus 2002 hingga saat ini sudah 7 tahun bunda menjabat sebagai officer 3. ..
Syukur Bunda panjatkan kehadirat Allah swt, atas seluruh nikmat yang bunda terima hingga saat ini. Nikmat sehat dan nikmat masih tetap menjadi karyawan Telkom. Meskipun ada penawaran pendi untuk karyawan seusia bunda, sampai saat ini belum bunda ambil.
Bunda masih bercita-cita segenap tenaga dan pikiran bunda curahkan untuk bergabung bersama TELKOM, dan ingin menjadi saksi dari JAYALAH TELKOM INDONESIA.
InsyaAllah, bunda sangat percaya dengan kekuasaan Allah swt, Yang Maha segala-galanya, sangat menyayangi bunda.
Cinta kasih sayang Yang Maha Mulia sangat bunda syukuri, bunda diberi kekuatan, kesehatan, ketegaran menjalani hidup bekerja sebagai seorang officer 3. Bunda sangat terinpirasi dengan spechnya pak Jorius, masih tetap bersemangat bekerja, ikhlas berkarya dan semua diibaratkan sebagai latihan. Sebagai seorang pelari ataupun prajurit perang kita tidak boleh lengah untuk selalu rajin berlatih, hingga suatu saat nanti ada pertandingan dan ada perang kita sudah biasa berlatih dan kemenangan sudah berada di depan kita.
Bunda ingin sebagai seorang sahabat sejati yang selalu setia, saling menyayangi saling melindungi dan saling membela.
Read More..
Senin, 13 April 2009
Be the winner
Ananda sholehah, bunda hari ini mendapatkan banyak hikmah dan hadiah. Bunda sangat bersyukur banyak berkelimpahan rijki dari Allah swt. Alhamdulillah.Judul tulisan bunda berbahasa inggris, karena bunda ingin menyampaikan pesan buat ananda jadilah seorang pemenang. Yang bunda maksud adalah sesulit apapun masalah dan pekerjaan, atau pelajaran disekolah jangan pernah putus asa. Seorang pemenang selalu bermain sportif, jujur, amanah apapun rintangan yang dihadapi. Bunda dapat hadiah gelang oleh-oleh dari Mbak Ayu (segmen 3)yang pulang liburan dari Lombok...
Bunda ingin menuliskan kata-kata motivasi diruangan kerja bunda isinya; sahabat sejati selalu setia saling menyayangi, saling melindungi, saling membela.
Baik saja itu tidak cukup tapi harus menjadi yang terbaik(Arief Yahya)
Bahwa sesungguhnya kemenangan itu direncanakan(Arief Yahya)
Hasil Luar biasa bisa dicapai dengan cara tidak biasa(Arief Yahya)
Jika strategi saja tidak cukup maka ubahlah budaya kerjanya(Andi Groove)
Keep your eyes on the stars, and your feet on the ground(Theodore Roosevelt)
If You walking down the right path and you're willingto keep walking eventually you'll make progress (Barrack Obama)
Read More..
Kamis, 02 April 2009
Alhamdulillah Icha selalu disayang Allah

Icha ananda sholehah
Bunda minta maaf ya nak, sudah yang ke dua kalinya ananda tersiram air panas (kena tumpahan kuah air panas mie) yang sudah bunda seduhkan buat anisa. Bunda sedih dan malu juga merasa bersalah atas kelengahan bunda.
Sejak kecil ananda sudah disayang Allah. Dari mulut mungilmu selalu terucap pujian untuk Allah swt. Alhamdulillah bunda aku hebat, pinter, sholehah bisa makan sendiri.
Anissa sholehah bunda banyak belajar dari semua anak-anak bunda. Semua anaknya bunda cantik-cantik dan sholehah. Termasuk anissa yang cerdas sama dengan kakakAthira dan teteh Indie.
Ica yang paling disayang sama ayah dan deket sama ayah dibanding anak-anak bunda yang lain.
Semua anak bunda dido'akan semoga menjadi anak yang sholehah dan banyak manfaatnya bagi manusia yang lain.
Sayang sekali mbak icha selalu bercanda sama teteh indie rebutan mainan. Kalau mbak Icha salah selalu minta maaf dan kalau dibikinin bunda mimi selalu ucapkan terimakasih. bunda. Bundai baik dech. rayuannya Icha.
Read More..
Bunda minta maaf ya nak, sudah yang ke dua kalinya ananda tersiram air panas (kena tumpahan kuah air panas mie) yang sudah bunda seduhkan buat anisa. Bunda sedih dan malu juga merasa bersalah atas kelengahan bunda.
Sejak kecil ananda sudah disayang Allah. Dari mulut mungilmu selalu terucap pujian untuk Allah swt. Alhamdulillah bunda aku hebat, pinter, sholehah bisa makan sendiri.
Anissa sholehah bunda banyak belajar dari semua anak-anak bunda. Semua anaknya bunda cantik-cantik dan sholehah. Termasuk anissa yang cerdas sama dengan kakakAthira dan teteh Indie.
Ica yang paling disayang sama ayah dan deket sama ayah dibanding anak-anak bunda yang lain.
Semua anak bunda dido'akan semoga menjadi anak yang sholehah dan banyak manfaatnya bagi manusia yang lain.
Sayang sekali mbak icha selalu bercanda sama teteh indie rebutan mainan. Kalau mbak Icha salah selalu minta maaf dan kalau dibikinin bunda mimi selalu ucapkan terimakasih. bunda. Bundai baik dech. rayuannya Icha.
Selasa, 31 Maret 2009
~~ M O M ~~

When you came into the world, she held you in her arms.You thanked her by wailing like a banshee.
When you were 1 year old, she fed you and bathed you.You thanked her by crying all night long.
When you were 2 years old, she taught you to walk.You thanked her by running away when she called.
When you were 3 years old, she made all your meals with love.You thanked her by tossing your plate on the floor.
When you were 4 years old, she gave you some crayonsYou thanked her by coloring the dining room table.
When you were 5 years old, she dressed you for the holidays.You thanked her by plopping into the nearest pile of mud.
When you were 6 years old, she walked you to school.You thanked her by screaming, "I'M NOT GOING!" ...
When you were 7 years old, she bought you a baseball.You thanked her by throwing it through the next-door-neighbor's window.
When you were 8 years old, she handed you an ice cream.You thanked her by dripping it all over your lap.
When you were 9 years old, she paid for piano lessons.You thanked her by never even bothering to practice.
When you were 10 years old, she drove you all day, from soccer togymnastics to one birthday party after another.You thanked her by jumping out of the car and never looking back.
When you were 11 years old, she took you and your friends to the movies.You thanked her by asking to sit in a different row.
When you were 12 years old, she warned you not to watch certain TV shows.You thanked her by waiting until she left the house.
Those teenage years
When you were 13, she suggested a haircut that was becoming.You thanked her by telling her she had no taste.
When you were 14, she paid for a month away at summer camp.You thanked her by forgetting to write a single letter.
When you were 15, she came home from work, looking for a hug.You thanked her by having your bedroom door locked.
When you were 16, she taught you how to driver her car.You thanked her by taking it every chance you could.
When you were 17, she was expecting an important call.You thanked her by being on the phone all night.
When you were 18, she cried at your high school graduation.You thanked her by staying out partying until dawn.
Growing old and gray
When you were 19, she paid for your college tuition, drove youto campus,carried your bags.You thanked her by saying good-bye outside the dorm so you wouldn't beembarrassed in front of your friends.
When you were 20, she asked whether you were seeing anyone.You thanked her by saying, "It's none of your business."
When you were 21, she suggested certain careers for your future.You thanked her by saying, "I don't want to be like you."
When you were 22, she hugged you at your college graduation.You thanked her by asking whether she could pay for a trip to Europe.
When you were 23, she gave you furniture for your first apartment.You thanked her by telling your friends it was ugly.
When you were 24, she met your fiance and asked about your plans forthe future.You thanked her by glaring and growling, "Muuhh-ther, please!"
When you were 25, she helped to pay for your wedding, and she cried andtold you how deeply she loved you.You thanked her by moving halfway across the country.
When you were 30, she called with some advice on the baby.You thanked her by telling her, "Things are different now."
When you were 40, she called to remind you of an relative's birthday.You thanked her by saying you were "really busy right now."
When you were 50, she fell ill and needed you to take care of her.You thanked her by reading about the burden parents become totheir children.
And then, one day, she quietly died. And everything you never did camecrashing down like thunder.
"Rock me baby, rock me all night long."The hand who rocks the cradle...may rock the world".
Let us take a moment of the time just to pay tribute/show appreciation tothe person called MOM though some may not say it openly to their mother .
There's no substitute for her. Cherished every single moment.Though at times she may not be the best of friends, may not agree to ourthoughts, she is still your mother!!! She will be there for you...to listento your woes, your braggings, your frustations, etc.Ask yourself.....have you put aside enough time for her, to listen toher "blues" of working in the kitchen, her tiredness???Be tactful, loving and still show her due respect though you may havea different view from hers. Once gone, only fond memories of the past andalso regrets will be left.
DON'T TAKE FOR GRANTED THE THINGS CLOSEST TO YOUR HEART.LOVE HER MORE THAN U LOVE YOURSELF.LIFE IS MEANINGLESS WITHOUT HER...
Its not late yet...................
best wishes,
Read More..
When you were 1 year old, she fed you and bathed you.You thanked her by crying all night long.
When you were 2 years old, she taught you to walk.You thanked her by running away when she called.
When you were 3 years old, she made all your meals with love.You thanked her by tossing your plate on the floor.
When you were 4 years old, she gave you some crayonsYou thanked her by coloring the dining room table.
When you were 5 years old, she dressed you for the holidays.You thanked her by plopping into the nearest pile of mud.
When you were 6 years old, she walked you to school.You thanked her by screaming, "I'M NOT GOING!" ...
When you were 7 years old, she bought you a baseball.You thanked her by throwing it through the next-door-neighbor's window.
When you were 8 years old, she handed you an ice cream.You thanked her by dripping it all over your lap.
When you were 9 years old, she paid for piano lessons.You thanked her by never even bothering to practice.
When you were 10 years old, she drove you all day, from soccer togymnastics to one birthday party after another.You thanked her by jumping out of the car and never looking back.
When you were 11 years old, she took you and your friends to the movies.You thanked her by asking to sit in a different row.
When you were 12 years old, she warned you not to watch certain TV shows.You thanked her by waiting until she left the house.
Those teenage years
When you were 13, she suggested a haircut that was becoming.You thanked her by telling her she had no taste.
When you were 14, she paid for a month away at summer camp.You thanked her by forgetting to write a single letter.
When you were 15, she came home from work, looking for a hug.You thanked her by having your bedroom door locked.
When you were 16, she taught you how to driver her car.You thanked her by taking it every chance you could.
When you were 17, she was expecting an important call.You thanked her by being on the phone all night.
When you were 18, she cried at your high school graduation.You thanked her by staying out partying until dawn.
Growing old and gray
When you were 19, she paid for your college tuition, drove youto campus,carried your bags.You thanked her by saying good-bye outside the dorm so you wouldn't beembarrassed in front of your friends.
When you were 20, she asked whether you were seeing anyone.You thanked her by saying, "It's none of your business."
When you were 21, she suggested certain careers for your future.You thanked her by saying, "I don't want to be like you."
When you were 22, she hugged you at your college graduation.You thanked her by asking whether she could pay for a trip to Europe.
When you were 23, she gave you furniture for your first apartment.You thanked her by telling your friends it was ugly.
When you were 24, she met your fiance and asked about your plans forthe future.You thanked her by glaring and growling, "Muuhh-ther, please!"
When you were 25, she helped to pay for your wedding, and she cried andtold you how deeply she loved you.You thanked her by moving halfway across the country.
When you were 30, she called with some advice on the baby.You thanked her by telling her, "Things are different now."
When you were 40, she called to remind you of an relative's birthday.You thanked her by saying you were "really busy right now."
When you were 50, she fell ill and needed you to take care of her.You thanked her by reading about the burden parents become totheir children.
And then, one day, she quietly died. And everything you never did camecrashing down like thunder.
"Rock me baby, rock me all night long."The hand who rocks the cradle...may rock the world".
Let us take a moment of the time just to pay tribute/show appreciation tothe person called MOM though some may not say it openly to their mother .
There's no substitute for her. Cherished every single moment.Though at times she may not be the best of friends, may not agree to ourthoughts, she is still your mother!!! She will be there for you...to listento your woes, your braggings, your frustations, etc.Ask yourself.....have you put aside enough time for her, to listen toher "blues" of working in the kitchen, her tiredness???Be tactful, loving and still show her due respect though you may havea different view from hers. Once gone, only fond memories of the past andalso regrets will be left.
DON'T TAKE FOR GRANTED THE THINGS CLOSEST TO YOUR HEART.LOVE HER MORE THAN U LOVE YOURSELF.LIFE IS MEANINGLESS WITHOUT HER...
Its not late yet...................
best wishes,
Maafkan Bunda ya, Nak...

Matamu terpejam terlelap dalam buaian malam Pasrah, tak berdosa tak berdaya
Maafkan bunda ya, Nak
Atas teriakan keras bunda tadi pagi saat kau merengek Menginginkan bunda tetap ada disampingmu Bunda harus bekerja, nak Menambah rupiah demi rupiah untuk sekadar menyambung kebutuhan kita Kelak, pada waktunya kau akan tahu Bahwa semua yang kita dapat tak begitu saja jatuh dari langit Seperti dongeng yang seringkali kau dengar.
Maafkan Bunda ya, nak Atas cubitan gemas Bunda saat kau menumpahkan air minum diatas paper work yang baru selesai bunda kerjakan semalaman dan matamu memandang bunda penuh ketakutan tanganmu berusaha meraih tangan Bunda untuk sekadar mendapat kata maaf Tapi saat itu Bunda marah, Kesabaran Bunda melayang entah kemana Dan Bunda abaikan tatapan maafmuWajah bersalahmu.. rona sedihmu…
Maafkan Bunda ya, nak Ketika sore itu, sepulang Bunda bekerja kau merajuk Minta ditemani menata lego menjadi sebuah istana megah impianmu Lalu bunda marah saat kau lempar mainanmu Tanpa Bunda sadari betapa seharian kau menunggu Bunda di rumah Dan sebelum terlelap tadi,Bibirmu yang mungil mencium BundaMengucapkan selamat tidur dan berkata “Bunda, aku sayang sekali sama Bunda…”Dan bibir Bunda kelu sekali Mata bunda hanya mengembun
Ah, sayang… andai Bunda dapat menebus Semua kesalahan yang pernah Bunda lakukan padamu di hari kemarin…?
Andai ada hal terbaik yang mampu Bunda lakukan untukmu…?
Bunda masih punya kesempatan itu kan?
"masih ! Bundaku sayang, namun ...!
"Bunda, bilakah hanya Ayah yang bekerja ? "
Read More..
Maafkan bunda ya, Nak
Atas teriakan keras bunda tadi pagi saat kau merengek Menginginkan bunda tetap ada disampingmu Bunda harus bekerja, nak Menambah rupiah demi rupiah untuk sekadar menyambung kebutuhan kita Kelak, pada waktunya kau akan tahu Bahwa semua yang kita dapat tak begitu saja jatuh dari langit Seperti dongeng yang seringkali kau dengar.
Maafkan Bunda ya, nak Atas cubitan gemas Bunda saat kau menumpahkan air minum diatas paper work yang baru selesai bunda kerjakan semalaman dan matamu memandang bunda penuh ketakutan tanganmu berusaha meraih tangan Bunda untuk sekadar mendapat kata maaf Tapi saat itu Bunda marah, Kesabaran Bunda melayang entah kemana Dan Bunda abaikan tatapan maafmuWajah bersalahmu.. rona sedihmu…
Maafkan Bunda ya, nak Ketika sore itu, sepulang Bunda bekerja kau merajuk Minta ditemani menata lego menjadi sebuah istana megah impianmu Lalu bunda marah saat kau lempar mainanmu Tanpa Bunda sadari betapa seharian kau menunggu Bunda di rumah Dan sebelum terlelap tadi,Bibirmu yang mungil mencium BundaMengucapkan selamat tidur dan berkata “Bunda, aku sayang sekali sama Bunda…”Dan bibir Bunda kelu sekali Mata bunda hanya mengembun
Ah, sayang… andai Bunda dapat menebus Semua kesalahan yang pernah Bunda lakukan padamu di hari kemarin…?
Andai ada hal terbaik yang mampu Bunda lakukan untukmu…?
Bunda masih punya kesempatan itu kan?
"masih ! Bundaku sayang, namun ...!
"Bunda, bilakah hanya Ayah yang bekerja ? "
Langganan:
Postingan (Atom)
