Jumat, 29 Mei 2009

Alhamdulillah Cucu pertama telah lahir

Subhanallah telah lahir dengan selamat dan sehat seorang putri yang sangat dinantikan oleh semua keluarga besar Ayah. Mas Yogi dan Mbak Ros telah menjadi seorang ayah dan bunda Alhamdulillah, semoga cucu, putri Sebastian menjadi pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa .. amin !
Kemantapan mereka terhadap agama tauhid yang telah ditegakkan nenek-moyangnya. ''Hai anak-cucuku, siapakah yang akan kalian sembah sepeninggalku nanti?'' tanyanya.
Dengan tegas anak-cucu Yakub menjawab, ''Kami akan menyembah Tuhan sesembahanmu dan sesembahan moyangmu: Ibrahim, Ismail, dan Ishak, yaitu Tuhan Yang Mahaesa. Dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.'' (Al-Baqarah 133). Dialog di atas menggambarkan keserasian antara generasi tua dan generasi penerus dalam menegakkan ajaran tauhid, yang tentu saja harus menjadi teladan bagi setiap muslim. Yakub sangat khawatir meninggalkan generasi lemah iman dan gersang agamanya. Namun ia sangat bahagia ketika mendengar anak-cucunya memberikan pernyataan bahwa mereka tetap berpegang teguh pada ajaran tauhid.

Yang ditanyakan Yakub, ''Siapakah yang akan kalian sembah sepeninggalku nanti'', bukan ''Apa yang akan kalian makan sepeninggalku nanti.'' Sungguh suatu penanaman nilai tauhid yang sangat luar biasa lagi mendalam. Kenyataan yang ada sekarang, jauh berbeda. Banyak orangtua lebih mendambakan harta. Merasa sangat khawatir anak-cucuknya tidak bisa makan sepeninggalnya nanti, hingga tidak jarang hidupnya dihabiskan untuk mengumpulkan kekayaan. Tak lagi ingat halal-haram, yang penting anak-cucu bisa hidup bahagia dengan harta warisan sampai tujuh turunan. Agama sekadar ucapan lisan, hatinya kosong penuh kemunafikan. Padahal Ibrahim dan Yakub pernah berwasiat, ''Hai anak-cucuku, Allah telah memilih buatmu agama, maka janganlah kalian mati sebelum benar-benar menjalankan ajaran agama Islam.'' (Al-Baqarah 132).
Kita diberi pelajaran yang sangat berharga, agar mengikuti jejak Ibrahim dan Yakub dalam membina generasi penerus. Kalau kita mengikuti paham materialis, berarti telah cenderung pada faham Qarun yang ditenggelamkan ke bumi oleh Allah. Kekayaan yang pelimpah akan menjadi fitnah bagi anak-cucu. Boleh jadi mereka akan memperebutkan harta warisan, lupa kepada jerih payah dan perjuangan orangtua. Melihat realitas yang ada, ketika manusia sibuk memikirkan materi, kita seharusnya mampu mencoba diri membekali nilai-nilai tauhid kepada anak-anak sejak dini. Kita kenalkan mereka dengan kalimah thayibah. Kita perdengarkan kepadanya bacaan kalam Ilahi dan ucapan-ucapan yang baik. Kita perlihatkan perilaku yang terpuji, dan bahkan di dalam rumah pun kita pajang hiasan dinding yang mengandung nilai-nilai Islami.
Kita ajak anak-anak ke majelis taklim, ke masjid maupun ke surau. Kita biasakan mereka berinfak, mengasihi fakir miskin, dan yatim piatu. Menyayangi teman dan menanamkan rasa kebersamaan. Dari sinilah akan lahir generasi tauhid yang kita dambakan.
Read More..

Rabu, 27 Mei 2009

Tangis haru bunda


Alhamdulillah ananda sholehah Athira putri sulung bunda mendapat undangan, dari tempat pengajian kaka begitu bunda memanggil ananda Athira.
Ahad pagi tanggal 24 Mei ananda sudah siap memakai baju ngaji naik sepeda persiapan ke rumah ustadzah Ibah.
Diam-diamtanpa sepengetahuan kaka tira, bunda menghadiri undangan sendiri karena kaka bilang itu untuk santri saja.
Sebelumnya kaka dapat pinjaman uang dari Mbak Plus 20 ribu untuk acara ini. Alhamdulillah Mbak Plus bunda berterimakasih untuk kelancaran kaka ngaji mau meminjamkan uang gaji pertama mbak ikut bunda. Semoga barokah rijki mbak plus amin.
Sungguh terharu bunda dengan pengorbanan ustad dan ustadzah telah lulus 11 santri khatam Al-quran . Bahkan mendapat nilai terbaik saat ditest se kabupaten Sidoarjo.
Kelas 3 SD santri putri khatam Al-Quran juga juara cerdas cermat, Subhanallah dihadiri oleh ke 2 orang tuanya.
Sungguh kebanggaan dan haru bunda tak terkira hingga meneteskan air mata dapat mendampingi athira di sekolah ngaji kaka. Sementara ayah tidak hadir sedang ke jakarta.
Ditinggal ayah ke jakarta ke 2 putri bunda Anisa dan Indie sakit rewel dan panas. bunda cuti 2 hari. Sudah bunda beri obat dan dipijat sama mbahnya.
Sungguh, bunda sangat terharu dan bangga bisa menyaksikan santri yang soleh dan sholehah, betapa bangga orang tuanya sampai memberikan hadiah atas prestasi ananda yang khatam Al-quran dan doa sehari-hari maupun hadist yang sudah dihapal oleh anak-anak.
Alhamdulillah ya Allah bunda tidak salah memilih lingkungan yang baik untuk ananda. Semoga ananda Athira, Anissa dan indie menjadi anak yang sholehah , khatam Al-Quran dan mengamalkannya amin. Doa bunda selalu menyertai ananda.
Read More..

Jumat, 22 Mei 2009

Duka di hari Ultahnya Ayah


Tanggal 19 Mei 2009 Pagi hari terjadi musibah pesawat hercules jatuh dan terbakar menimpa rumah penduduk, dengan korban meninggal 100 orang lebih. Sharing di pagi ini bunda Alhamdulillah pagi sebelum sharing sempat bebenah acara yang akan dilakukan di hari ini.


Bertepatan hari ultah ayah athira yang ke ......., semoga ayah bertambah bijak dalam segala situasi. Athira peduli dengan handphone ayah yang sudah kusam, dengan rasa sayang dan cinta semua anak2 ayah dan bunda memberikan hadiah ini khusus untuk ayah tersayang.



Tira juga ingin mengajak keluarga di kalibutuh berkaraoke ria di INUL VISTA. Alhamdulillah semua menikmati termasuk ayah sendiri yang nggak mau kalah sama anak2nya berkaraoke lagu 2 jadul.



Annisa ingin bunda menemani ayah bernyanyi, yang ikut serta Nindi, Salma dan Via. Nisa dan tira sementara Indie di rumah bersama mbak Plus. Alhamdulillah kehadiran Mbak plus dirumah semoga melebihi kasih sayangnya Mbak Ima terhadap anak-anak bunda amin, sesuai dengan doanya Mbak Ima amin ya Robbal alamin.

Read More..

Selasa, 12 Mei 2009

Pengaruh Cinta Dan Kasih Sayang

Pernah pada pagi ketika saya sedang mandi, Nisa ribut dengan ketuk-ketuk kamar mandi sambil berteriak-teriak. 'duit..yah, duit yah..' Tumben pagi-pagi sudah minta duit, biasanya minta beli jajan. pikir saya. Setelah selesai mandi istri saya mengatakan barusan ada orang yang butuh. 'oo..pantesan ribut minta duit mau ngasih orang lain ya...'kata saya. Biasanya mamahnya suka memberi beras atau uang pada orang yang sedang butuh.

Itulah anak seiiring pertumbuhannya tampak sikap mereka atau ketertarikan melakukan sesuatu karena dipengaruhi oleh sikap dan perbuatan orang tuanya. pengaruh kasih sayang orang tualah yang paling kuat membentuk kepribadian sang anak. jika kita bersikap lembut dan penuh cinta maka anak akan membentuk cara berpikir anak bahwa semua orang pada dasarnya baik dan penuh cinta.

Saya teringat salah satu Hadis dari Ibnu Abas bahwa Rasulullah bersabda, 'Akrabilah anak-anakmu dan didiklah akhlak mereka.' Mendidik akhlak anak-anak buat saya berarti memberikan pengaruh Cinta dan kasih sayang pada anak, namun sesungguhnya cinta bukanlah kita yang menentukan. Cinta datangnya dari Alloh SWT dan hanya untuk Alloh SWT. Buktinya adalah luar biasa menakjubkan cinta, semakin banyak kita memberikan cinta untuk orang lain maka semakin banyak cinta yang kita terima. Orang yang bersikap penuh cinta maka akan mudah baginya untuk mendapatkan cinta dari orang-orang disekelilingnya..

Lantas bagaimana kita memberikan pengaruh cinta dan kasih sayang pada anak-anak kita? pengaruh cinta dan kasih sayang pada anak-anak itu terjadi ketika kita sebagai orang tua menghormati orang lain, membantu orang-orang disekeliling kita. Memberi pada orang yang membutuhkan sekalipun hanya Rp.500 akan memiliki makna yang begitu besar bagi anak.

kebaikan yang kita lakukan karena rasa cinta dan kasih sayang kita terhadap orang lain, menjadi sesuatu perbuatan yang menyenangkan dan spontanitas sehingga anak-anak ikut merasakan sendiri betapa bahagianya mereka ketika melakukan kebaikan.

Anak-anak ikut berempati, merasakan penderitaan orang lain, mereka mau membantu dan melihat kebahagiaan dari wajah orang-orang yang telah dibantunya, anak-anak merasakan kebahagiaan itu. indah dan luar biasa menyenangkan. Itulah nikmatnya memberi. Memberi berarti berempati terhadap penderitaan orang lain. Dan Empati adalah buah dari pengaruh cinta dan kasih sayang kita sebagai orang tua.

---
'Sesungguhnya Allah selalu beserta orang-orang yang taqwa dan orang-orang yang selalu berbuat kebaikan. (Q.S. An-Nahl 128).
Read More..

Kamis, 07 Mei 2009

waktu bunda bekerja


Ananda disaat bunda bekerja, bunda niatkan karena Allah dan bunda ikhlaskan hati untuk selalu rajin dan disiplin.
Saat bunda bekerja, teringat kaka yang pagi hari membangunkan Indi untuk bangun. Bunda larang karena usia indi masih 20 bulan.
Kaka athira mengingatkan bunda untuk disiplin pada Indi. Sementara mbak Anisa mengingatkan bunda untuk membiarkan yang sudah berlalu juga barang yang sudah rusak biarkan saja.
Nanda, waktu bekerja bunda sangat lama, meskipun pesan dari nanda jangan lama-lama ya bun, jangan malam-malam pulangnya bun!, begitu pinta nanda setiap pagi bunda pergi ke kantor.
Doakan bunda, ya nak. Agar bunda bekerja dengan ikhlas dan niat beribadah.
Dan yang ini bunda mohonkan perkenan Allah bagimu, ananda kecintaan hatiku:
Jadikanlah keikhlasan sebagai kekuatan dari pekerjaanmu, dan keberserahan sebagai kekuatan dari penantian hasilmu.Karena,Engkau jiwa yang mulia, dan itulah identitas-asli-mu.
Suatu saat jika Allah mengijinkan bunda punya usaha dan dapat memberi kesempatan bekerja untuk anak-anak yatim amin.Nanda, harapan bunda dimasa depan, lanjutkan cita-cita bunda untuk lebih banyak bermanfaat untuk orang lain, cintai sesama saudara seiman dan saudara yatim muslim, peduli pada orang disekitar kita.
Kepedulian nanda di waktu bunda bekerja terhadap Mbak yang ada di rumah dan bude tetangga kita, sangat bunda senangi. Jadilah kaya yang mulia dapat memberi mbanyak manfaat untuk agama dan sesama amin.
Read More..

Jumat, 24 April 2009

Penerimaan Pada Sang Buah Hati


Setiap peristiwa rasanya ada sebuah kelegaan buat saya dan istri ketika mengizinkan buah hati kami untuk menjadi dirinya sendiri, memahami putri tercinta kami sebagaimana adanya. Anak-anak memiliki dunianya yang didalamnya ada aturan sendiri. Adakalanya kita ambisi untuk menjadikan anak-anak kita yang terhebat diantara anak-anak seusianya dan kita tahu kehidupan memiliki skenario yang berbeda dari harapan kita. Idealisme tentang kesempurnaan buah hati kita sepatutnya dibuang jauh-jauh sebab hal itu hanya akan membatasi proses pertumbuhan dirinya.
Sikap penerimaan dengan setulus hati apa adanya anak-anak kita akan membuat kita lebih rendah hati. Kerendahan hati membuahkan sikap keikhlasan bahwa sang buah hati kita bukanlah milik kita. Kesadaran kita anak bukan milik kita inilah akan menggugah diri kita untuk mempercayai keberadaan Allah SWT sebagai pembimbingnya, kesadaran itu berarti mempercayakan anak-anak kita dalam bimbingan yang terbaik...
Mari kita sama-sama berdoa untuk buah hati kita dan keluarga 'Robbana hablana min azwajina wa dzuriyatina qurrota a'yuni waj'alna lil muttaaqina imama.'
'Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.'(QS al-Furqaan 25:74).


Read More..

Rabu, 22 April 2009

Para Pensiunan, Fondasi TELKOM


Ada terbersit rasa bangga tatkala saya menyaksikan tayangan peluncuran Telkom 007 untuk hubungan SLI. Betapa megahnya, betapa semaraknya dan tentu juga betapa besar biayanya untuk keperluan marketing SLI 007 tersebut. Meskipun di era globalisasi ini hampir semuanya serba western, walau nyatanya Telkom gemar menggunakan jargon-jargon Yankee seperti: Telkom Committed 2 U, atau 007 the Real Connection, namun saya yakin bukan karena James Bond maka dipilih angka 007 oleh Direksi Telkom. Dulu ia menyebut satelitnya dengan nama “Palapa”, maka kini karena “keistimewaan” angka 7 itu sendiri yang sudah dibeberkan oleh Telkom, yaitu: tujuh lapis langit, tujuh lapisan bumi, tujuh benua, tujuh samudra, tujuh keajaiban dunia. Masih ada ljo yang lain: tujuh klasifikasi, eh, maaf, dua klasifikasi penerima manfaat pensiun Telkom.Sejujurnya rasa bangga itu tidaklah meledak-ledak apalagi dengan melonjak sembari berteriak, sebab ada sebuah pemikiran yang menyelinap, ..
bahwa: “Dulu kami sebenarnya bisa melaksanakan, andaikata stasiun satelit Jatiluhur tidak dilepas dan terpisah menjadi PT Indosat, sehingga ada pengkhususan domestik dan internasional”. Pikiran serupa pun menyelinap terhadap berkibarnya banyak perusahaan telekomunikasi seluler, “Dulu kami sebenarnya bisa melaksanakan, andaikata tidak untuk menyemai benih privatisasi, sehingga kami lepaskan dan cukup kepemilikan bersama saja”. Maha karya peninggalan pensiunan Telkom klasifikasi pertama, baik yang masih ada maupun yang telah meninggal dunia, adalah fondasi yang menopang bangunan Telkom saat ini. Layaknya sebuah fondasi, tertanam di tanah dalam kegelapan dan kesunyian. Karena tak terlihat, maka nyaris tak menarik perhatian dari mereka yang berseliweran di dalam bagunan di atas lantai yang disangga kokoh oleh fondasi itu sendiri. Diantara para pembikin maha karya itu, ada yang menghabiskan hari tuanya dengan jari tangan kanan selalu bergemetaran karena sebagai telegrafis setiap hari mengirimkan berita melalui ketokan pesawat morse. Ada yang naik turun gunung mengukur ketinggian, kemiringan, kelebaban, garis lintang dan line og sight yang bebas hambatan untuk mencari lahan yang tepat bagi setasiun repeater microwave. Ada yang harus pensiun sebelum masa pensiun normal karena terganggu pikiran dan jiwanya setelah bertugas di tempat sepi, di puncak gunung, atau di pulau kecil yang terpencil. Ada mantan kepala setasiun radio kecil di pelosok, sekaligus juga administratur (keuangan, perhubungan dan gudang), motorist penjaga dan perawat genset, teknisi, telegrafis-telefonis dan zender wacht. Ia bekerja nyaris 24 jam tanpa menuntut lembur, meskipun gaji bulanan pada zamannya selalu terlambat diterima. Dalam diam mereka menyaksikan semua ingar bingar gemerlap Telkom saat ini, sementara badannya yang renta masih harus berkarya berbasah keringat terpanggang oleh teriknya matahari kehidupan. Mereka masih belum bisa duduk manis, tetapi dengan tegar berbisik: “Dulu kami sebenarnya bisa melaksanakan kalau tidak karena mendukung kebijakan pemerintah, maka tolong jangan gundahkan hati kami yang telah renta ini.” [Djaka Rubiyanto]
(Dimuat di Pikiran Rakyat, 6 Juli 2004)
Read More..

Selasa, 21 April 2009

Puisi Ulang Tahun untuk Istriku







Madu gairah cinta

Ingin ku rengkuh lagi nikmat madu cintamu
Yang kau umpankan lewat bahasa jiwa dari sanggarmu
Hingga aku tak sadarkan diri mabuk atas gairahmu
Melebur sukmau didalam bejana kenikmatan
Lalu terdengar suara lenguh penuh desah

Masih ada sisa-sisa madu cinta dari sudut bibirmu
Yang kau lumat dari benang sari sang sang anggrek ungu
Menawarkan sejuta perih dan gelisah hati
Kau terlihat ceria ketika usai memeras madu dari bidakara
Pendar-pendar pelangipun bersinar jelas di beningnya netramu
Menyiratkan tanda bila kehausanmu telah lenyap dari imajinasimu
Julur-julur kenikmatan merekah mengiringi warna senja
Memantulkan suara burung “kukuk beluk” sebagai irama tepi hari
....

Tiba waktu untuk kita menyucikan diri ditelaga nila
Sebagai wujud syukur kita terhadap perahan madu
Yang telah tertanam diantara altar menuju surga keturunan Adam
Terjaga oleh naga peri dari jelmaan kupu-kupu cinta
Penuh kehangatan untuk tranformasi sempurna dari agitasi hidup kita berdua
Semoga kita berhasil menjadikan penerus khalifah dibumi ini, Ridho Ilahi, bersama kita

Surabaya, 17 April 2009

Dari, Suamimu tercinta !
Read More..

Rabu, 15 April 2009

~ CINTA SEJATI SEORANG IBU~

"Bisa saya melihat bayi saya?" pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan.
Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga!
Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk.
Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak berkata, "Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh." ..
Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan, "Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?" Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya.
Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. "Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter.
Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka. Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya,
"Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia." kata sang ayah.
Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat.
Ia menemui ayahnya, "Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya." Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu."
Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini." Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu.
Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah bahwa sang ibu tidak memiliki telinga. "Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya," bisik sang ayah.
"Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?"
Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.
Read More..

Apa arti Pengembangan diri bagi anda ?

Hampir segala hal, Pengembangan diri bukan hanya berarti beda antara anda belum menduduki suatu jabatan, tetapi juga dapat berarti perbedaan antara anda menikmati hidup anda, dengan anda tidak menikmatinya.

Pengembangan diri harus berarti perkembangan yang berkesinambungan bagi anda tentu saja, bukan hanya bersifat fisik, tetapi juga mental.
Ini berarti anda slalu harus menilai diri anda sebagai seorang supervisor dan sebagai seorang manusia, anda harus menetapkan standar pribadi anda sedikit lebih tinggi setiap tahun karena anda bertambah tua...
Dari pengalaman, anda tentu lebih mengetahui apa yang bermanfaat dan apa yang tidak.

Pengembangan diri yang sesungguhnya memerlukan sedikit rasa tidak puas diri, jika anda sudah terlalu puas denagn diri anda sendiri dengan prestasi anda sebagai supervisor atau sebagai seorang individu maka pengembangan anda akan berhenti dan anda kehilangan pegangan.

Jadi bersikaplah ambius terhadap diri anda, perusahaan memberi imbalan yang memadai bagi mereka yang memberdayakan dirinya untuk berkontribusi lebih baik, agar lebih bermakna baik untuk diri sendiri, rekan kerja, maupun, untuk perusahaan. Camkan baik-baik : Dalam jangka panjang keberhasilan anda akan tergantung pada upaya anda sendiri untuk meningkatkan diri.
Read More..

Selasa, 14 April 2009

Doa bunda naik grade dan best support


Pagi hari ini sharing bersama di ruang uner 5. Bunda sangat tekesan dengan doanya pak Suarsis. Sangat lengkap dan sangat mengena agar semua karyawan dilancarkan mutasinya, kenaikan pangkatnya, jodohnya , mendapatkan anak yang shaleh dan lain-lain amin.

Bunda sangat terobsesi untuk memberikan yang terbaik bagi perusahan telkom, dan saat ini bunda di suport segmen 1 UNER 5. Sudah 23 tahun masa kerja bunda jalani. Sejak bunda menginjakkan kaki di Surabaya tanggal 20 Agustus 2002 hingga saat ini sudah 7 tahun bunda menjabat sebagai officer 3. ..

Syukur Bunda panjatkan kehadirat Allah swt, atas seluruh nikmat yang bunda terima hingga saat ini. Nikmat sehat dan nikmat masih tetap menjadi karyawan Telkom. Meskipun ada penawaran pendi untuk karyawan seusia bunda, sampai saat ini belum bunda ambil.

Bunda masih bercita-cita segenap tenaga dan pikiran bunda curahkan untuk bergabung bersama TELKOM, dan ingin menjadi saksi dari JAYALAH TELKOM INDONESIA.
InsyaAllah, bunda sangat percaya dengan kekuasaan Allah swt, Yang Maha segala-galanya, sangat menyayangi bunda.

Cinta kasih sayang Yang Maha Mulia sangat bunda syukuri, bunda diberi kekuatan, kesehatan, ketegaran menjalani hidup bekerja sebagai seorang officer 3. Bunda sangat terinpirasi dengan spechnya pak Jorius, masih tetap bersemangat bekerja, ikhlas berkarya dan semua diibaratkan sebagai latihan. Sebagai seorang pelari ataupun prajurit perang kita tidak boleh lengah untuk selalu rajin berlatih, hingga suatu saat nanti ada pertandingan dan ada perang kita sudah biasa berlatih dan kemenangan sudah berada di depan kita.

Bunda ingin sebagai seorang sahabat sejati yang selalu setia, saling menyayangi saling melindungi dan saling membela.
Read More..

Senin, 13 April 2009

Be the winner

Ananda sholehah, bunda hari ini mendapatkan banyak hikmah dan hadiah. Bunda sangat bersyukur banyak berkelimpahan rijki dari Allah swt. Alhamdulillah.

Judul tulisan bunda berbahasa inggris, karena bunda ingin menyampaikan pesan buat ananda jadilah seorang pemenang. Yang bunda maksud adalah sesulit apapun masalah dan pekerjaan, atau pelajaran disekolah jangan pernah putus asa. Seorang pemenang selalu bermain sportif, jujur, amanah apapun rintangan yang dihadapi. Bunda dapat hadiah gelang oleh-oleh dari Mbak Ayu (segmen 3)yang pulang liburan dari Lombok...

Bunda ingin menuliskan kata-kata motivasi diruangan kerja bunda isinya; sahabat sejati selalu setia saling menyayangi, saling melindungi, saling membela.

Baik saja itu tidak cukup tapi harus menjadi yang terbaik(Arief Yahya)

Bahwa sesungguhnya kemenangan itu direncanakan(Arief Yahya)

Hasil Luar biasa bisa dicapai dengan cara tidak biasa(Arief Yahya)

Jika strategi saja tidak cukup maka ubahlah budaya kerjanya(Andi Groove)

Keep your eyes on the stars, and your feet on the ground(Theodore Roosevelt)
If You walking down the right path and you're willingto keep walking eventually you'll make progress (Barrack Obama)
Read More..

Kamis, 02 April 2009

Alhamdulillah Icha selalu disayang Allah


Icha ananda sholehah

Bunda minta maaf ya nak, sudah yang ke dua kalinya ananda tersiram air panas (kena tumpahan kuah air panas mie) yang sudah bunda seduhkan buat anisa. Bunda sedih dan malu juga merasa bersalah atas kelengahan bunda.

Sejak kecil ananda sudah disayang Allah. Dari mulut mungilmu selalu terucap pujian untuk Allah swt. Alhamdulillah bunda aku hebat, pinter, sholehah bisa makan sendiri.

Anissa sholehah bunda banyak belajar dari semua anak-anak bunda. Semua anaknya bunda cantik-cantik dan sholehah. Termasuk anissa yang cerdas sama dengan kakakAthira dan teteh Indie.
Ica yang paling disayang sama ayah dan deket sama ayah dibanding anak-anak bunda yang lain.

Semua anak bunda dido'akan semoga menjadi anak yang sholehah dan banyak manfaatnya bagi manusia yang lain.
Sayang sekali mbak icha selalu bercanda sama teteh indie rebutan mainan. Kalau mbak Icha salah selalu minta maaf dan kalau dibikinin bunda mimi selalu ucapkan terimakasih. bunda. Bundai baik dech. rayuannya Icha.
Read More..

Selasa, 31 Maret 2009

~~ M O M ~~


When you came into the world, she held you in her arms.You thanked her by wailing like a banshee.
When you were 1 year old, she fed you and bathed you.You thanked her by crying all night long.
When you were 2 years old, she taught you to walk.You thanked her by running away when she called.
When you were 3 years old, she made all your meals with love.You thanked her by tossing your plate on the floor.
When you were 4 years old, she gave you some crayonsYou thanked her by coloring the dining room table.
When you were 5 years old, she dressed you for the holidays.You thanked her by plopping into the nearest pile of mud.
When you were 6 years old, she walked you to school.You thanked her by screaming, "I'M NOT GOING!" ...
When you were 7 years old, she bought you a baseball.You thanked her by throwing it through the next-door-neighbor's window.
When you were 8 years old, she handed you an ice cream.You thanked her by dripping it all over your lap.
When you were 9 years old, she paid for piano lessons.You thanked her by never even bothering to practice.
When you were 10 years old, she drove you all day, from soccer togymnastics to one birthday party after another.You thanked her by jumping out of the car and never looking back.
When you were 11 years old, she took you and your friends to the movies.You thanked her by asking to sit in a different row.
When you were 12 years old, she warned you not to watch certain TV shows.You thanked her by waiting until she left the house.
Those teenage years
When you were 13, she suggested a haircut that was becoming.You thanked her by telling her she had no taste.
When you were 14, she paid for a month away at summer camp.You thanked her by forgetting to write a single letter.
When you were 15, she came home from work, looking for a hug.You thanked her by having your bedroom door locked.
When you were 16, she taught you how to driver her car.You thanked her by taking it every chance you could.
When you were 17, she was expecting an important call.You thanked her by being on the phone all night.
When you were 18, she cried at your high school graduation.You thanked her by staying out partying until dawn.
Growing old and gray
When you were 19, she paid for your college tuition, drove youto campus,carried your bags.You thanked her by saying good-bye outside the dorm so you wouldn't beembarrassed in front of your friends.
When you were 20, she asked whether you were seeing anyone.You thanked her by saying, "It's none of your business."
When you were 21, she suggested certain careers for your future.You thanked her by saying, "I don't want to be like you."
When you were 22, she hugged you at your college graduation.You thanked her by asking whether she could pay for a trip to Europe.
When you were 23, she gave you furniture for your first apartment.You thanked her by telling your friends it was ugly.
When you were 24, she met your fiance and asked about your plans forthe future.You thanked her by glaring and growling, "Muuhh-ther, please!"
When you were 25, she helped to pay for your wedding, and she cried andtold you how deeply she loved you.You thanked her by moving halfway across the country.
When you were 30, she called with some advice on the baby.You thanked her by telling her, "Things are different now."
When you were 40, she called to remind you of an relative's birthday.You thanked her by saying you were "really busy right now."
When you were 50, she fell ill and needed you to take care of her.You thanked her by reading about the burden parents become totheir children.
And then, one day, she quietly died. And everything you never did camecrashing down like thunder.
"Rock me baby, rock me all night long."The hand who rocks the cradle...may rock the world".
Let us take a moment of the time just to pay tribute/show appreciation tothe person called MOM though some may not say it openly to their mother .
There's no substitute for her. Cherished every single moment.Though at times she may not be the best of friends, may not agree to ourthoughts, she is still your mother!!! She will be there for you...to listento your woes, your braggings, your frustations, etc.Ask yourself.....have you put aside enough time for her, to listen toher "blues" of working in the kitchen, her tiredness???Be tactful, loving and still show her due respect though you may havea different view from hers. Once gone, only fond memories of the past andalso regrets will be left.
DON'T TAKE FOR GRANTED THE THINGS CLOSEST TO YOUR HEART.LOVE HER MORE THAN U LOVE YOURSELF.LIFE IS MEANINGLESS WITHOUT HER...
Its not late yet...................
best wishes,
Read More..

Maafkan Bunda ya, Nak...


Matamu terpejam terlelap dalam buaian malam Pasrah, tak berdosa tak berdaya

Maafkan bunda ya, Nak
Atas teriakan keras bunda tadi pagi saat kau merengek Menginginkan bunda tetap ada disampingmu Bunda harus bekerja, nak Menambah rupiah demi rupiah untuk sekadar menyambung kebutuhan kita Kelak, pada waktunya kau akan tahu Bahwa semua yang kita dapat tak begitu saja jatuh dari langit Seperti dongeng yang seringkali kau dengar.

Maafkan Bunda ya, nak Atas cubitan gemas Bunda saat kau menumpahkan air minum diatas paper work yang baru selesai bunda kerjakan semalaman dan matamu memandang bunda penuh ketakutan tanganmu berusaha meraih tangan Bunda untuk sekadar mendapat kata maaf Tapi saat itu Bunda marah, Kesabaran Bunda melayang entah kemana Dan Bunda abaikan tatapan maafmuWajah bersalahmu.. rona sedihmu…

Maafkan Bunda ya, nak Ketika sore itu, sepulang Bunda bekerja kau merajuk Minta ditemani menata lego menjadi sebuah istana megah impianmu Lalu bunda marah saat kau lempar mainanmu Tanpa Bunda sadari betapa seharian kau menunggu Bunda di rumah Dan sebelum terlelap tadi,Bibirmu yang mungil mencium BundaMengucapkan selamat tidur dan berkata “Bunda, aku sayang sekali sama Bunda…”Dan bibir Bunda kelu sekali Mata bunda hanya mengembun
Ah, sayang… andai Bunda dapat menebus Semua kesalahan yang pernah Bunda lakukan padamu di hari kemarin…?
Andai ada hal terbaik yang mampu Bunda lakukan untukmu…?
Bunda masih punya kesempatan itu kan?

"masih ! Bundaku sayang, namun ...!
"Bunda, bilakah hanya Ayah yang bekerja ? "
Read More..

Rabu, 11 Maret 2009

Mbak Imaku


Hari Maulid nabi Muhammad Saw libur tanggal 9 Maret tepatnya hari senin, Alhamdulillah libur kerja dan libur anak sekolah.
Alhamdulillah kami sekeluarga dapat mengunjungi Mbak Ima di Gresik. Telah melahirkan Putra pertamanya yang Bernama Muhammad Rijki Alifudin.
Photo ini kenngan ketika Mbak Ima masih ikut bunda, pulang dari pengajian di balai kota Surabaya. Penceramahnya H. Oma Irama.
Read More..

Senin, 02 Maret 2009

Ulang Tahun Mamah Bandung(Enin)


Hari ini tepat ultah mamah yang ke73 tahun Alhamdulillah mamah masih diparingi segerwaras, sehat wal afiat. Enin itu panggilan buat mamah ibunya bunda. Athira, Anissa dan Indie selalu mendoakan enin. Kenangan indah ini di kenjeran tahun 2006, ketika enin dan abah berkunjung ke surabaya.
Saat ini, bunda hanya bisa mendoakan enin, atas semua jasa-jasa enin yang telah melahirkan bunda, memelihara dan menyekolahkan bunda, sehingga bunda dapat bekerja seperti saat sekarang ini. Karena hari ini bertepatan dengan Ultah Serikat Karyawan, bunda sangat terharu.
Alhamdulillah bunda panjatkan puji syukur kehadirat Allah swt, bahwasanya sembilan tahun yang lalu, bunda menitipkan athira juga menitipkan diri bunda juga di rumah enin, saat bunda kerja sambil kuliah. ..
Dorongan dan semangat Enin terhadap bunda agar bunda bisa kuliah sambil kerja dan tengah hamil pertama, sangat memberi suport yang sangat berarti untuk masa depan bunda hingga saat ini. Bunda belajar banyak dari mamah, perjuangan , semangat belajar tanpa lelah dan mengeluh dititipi cucu, padahal selama ini tidak ada yang berani menitipkan cucu pada enin.
Subhanallah dikarenakan bunda hamil, kerja dan kuliah malam, sehingga mamah(enin) tersentuh hatinya untuk merawat athira, bagitu juga dengan Abah bandung bergantian momong cucu, agar anaknya berhasil lulus kuliah sambil kerja dan tengah hamil tua. Bunda percaya semua ini karena dengan ijin dari Allah swt.
Maafkan bunda, mamah(enin) sampai saat ini bunda belum sukses, InsyaAllah berkat doa mamah(enin) kesuksesan itu sudah sangat dekat tinggal selangkah lagi, sangat-sangat dekat, semoga Allah selalu mengingatkan bunda untuk selalu ingat dan dapat memberikan kebahagiaan lahir bathian untuk mamah(enin) tercinta.
Saat ini dan kedepan Bunda berlimpah kasih sayang, berlimpah kesehatan lahir bathin dan berlimpah kekayaan harta yang tak ternilai harganya, sangat berharga yaitu ketiga anak sholehah semua diberikan pada bunda dengan ijin Allah. Alhamdulillah amin.
Hadiah terindah buat enin dari semua cucu enin yang sholeh dan sholehah, yang ada diSurabaya dan di Bandung, Semoga Enin bahagia mendengar kesholehan cucunya semua amin. Doakan semoga semua cucu sholehah enin dapat menjadi penghapal dan pengamal Al-qur'an dari sejak kecil hingga akhir hayat mereka amin.
Read More..

Rabu, 25 Februari 2009

Alhamdulillah , bunda dapat hadiah USB


Hari ini bunda baru saja masuk bekerja kembali setelah 2 hari bunda off, karena Indidut sakit muntah2 dan diare. Lelah dan cape bunda terobati. Hasil jerih payah bunda tidak sia-sia juga karena sudah melahap buku MISSION INI POSSIBLE penulis Misbahul Huda.
Makasih Pak Arifin yang telah menghadiahi bunda buku yang sangat berharga ini menambah spritualitas kerja bunda. Dan Juga Pak Hengky yang sudah membedah buku ini dengan baik sehingga mudah bunda cerna juga oleh audiennya lainnya..
Berkat doa anak2 bunda yang sholehah, bunda merasa dapat reward dari teman-teman di segmen 1 UNER 5. Alhamdulillah, bunda panjatkan puji syuku pada Allah atas prestasi rekan-rekan segmen 1.
Bunda percaya hadiah ini sebagai pembuka rejeki yang lain amin. USB ini sangat bermanfaat buat bunda terutama bunda pernah menemani Pak Dwi SAM melakukan misi yang POSSIBLE, karena bunda terinspirasi dengan judul buku ini.


Read More..

Jumat, 20 Februari 2009

Antivirus Paling Ampuh Untuk anak-anak.


Komunikasi adalah program anti virus yang ampuh. Berkomunikasilah dengan bahasa kasih sayang dan pengawasan yang tidak menggunakan cara instan dan kekerasan.
Berikan lagi & lagi, dua telinga untuk mendengarkan hati mereka, terutama dalam saat-saat sulit mereka. Berikanlah seluruh hati, jangan separuh dan jangan lawan teknologi dengan akal. Tetapi dampingilah dengan nurani, berbahasalah dengan hati. Dan selalalulah menyangkutkan segala hal sekait teknologi dengan bukti kekuasaan ALLAH. Berikanlah bukti-bukti yang masuk di nalar dan menggetarkan dada mereka.
Ketahanan keluarga dari ekses budaya lintas segala ini hanyalah kedekatan hati. Tak ada yang lain. Kita boleh melek teknologi , tapi kita tidak boleh buta dari kedahsyatan kekuatan hati nurani yang memang derajatnya jauh melampui kehebatan teknologi apapun.
Jika anak kita terlanjur jadi pecandu internet pada sisi buruknya, apapun bentuknya, tolonglah mereka dengan memperbaiki kualitas hubungan, mengembangkan minat dan bakat lain. Dan benam-kuburkanlah kebencian kita pada kelalaian dan kegagalan kita seolah kita gagal mendidik mereka.Tidak. Kita masih punya waktu! Tidak ada kata menyerah dan kita yakin, kemenangan itu di ujung, bukan di depan. Kita Yakin.
(Dikutip dari Bunda Neno)
Read More..

Kamis, 12 Februari 2009

SUKSES KERJA, KELUARGA DAN AGAMA



Sukses yang paripurna harus meliputi tiga pilar: sukses keluarga, sukses profesi di perusahaan dan sukses di hadapan Allah.
Pelbagai teori sosial yang memotret jati diri manusia, selalu memiliki tiga wilayah (posisi) di dalam hidupnya, yaitu sebagai makhluk individu, mahluk sosial dan mahluk religi.
Ketiga lanscape manusia tadi merupakan naluri dasar manusia yang menuntut untuk dipenuhi kebutuhannya. Menuntut untuk dipuaskan, jika tidak ada kehampaan di tengah keserba-adaan. Harus dipenuhi kebutuhannya dengan seksama dan bersama-sama. Sukses pada ketiga landscape itulah yang disebut The Holistic Succes atau sukses yang paripurna.
Dalam sejarahnya, urusan keluarga adalah landscape yang paling sering terabaikan dan tak banyak mendapat perhatian. Padahal, belakangan entitas keluarga mulai banyak mendapat sorotan. Pergeseran ego-sentris menjadi family-sentris ini sehingga banyak yang menyayangkan jika ada tokoh sukses yang tersandung masalah anak(keluarga). Sukses profesi seolah sia-sia, tatkala melihat keluarganya porak poranda, anak-anak salah asuh, kecanduan narkoba, keluarga yang tanpa harapan(hopeless). Opini publik seolah menyatakan bahwa sukses personal tak ada artinya jika gagal mengantarkan sukses keluarga.
Karena itu sukses profesi dan personal harus juga tercermin dalam kemampuannya mengantar suksesi keluarga. Jika keseimbangan itu terjadi, maka hidup terasa lebih hidup dan indah.
Keseimbangan urusan perusahaan dan kepentingan keluarga mutlak diperlukan, disini banyak keluarga kedodoran. Disaat si Bapak amat sibuk, peran, tugas dan pemberdayaan ibu menjadi amat strategis. Namun kebanyakan hanya pembagian tugas, tidak memberikan kepercayaan penuh dan ibupun tidak mempunyai komitmen penuh pada pendidikan anak-anaknya.
Perhatian orang tua sering disalahfahami sebagai kesanggupan untuk memberi dan membeli apa saja demi sukses anaknya. Yang ternyata pada prakteknya, hal itu tidak sepenuhnya benar. Karena komitmen model itu hanya melahirkan anak mama yang manja kontra-edukatif dan tak tahan menghadapi tantangan.
Komitmen yang saya maksudkan justru ketegasan untuk mengantarkan anak-anak dengan integrity, responsibility, emphaty.
Menanamkan integrity(kejujuran), meskipun untuk itu harus dibayar dengan mengulang test/ujian misalnya, menanamkan kejujuran meski harus hidup penuh kesederhanaan dan keprihatinan.
Berkenaan dengan tanggungjawab (responsibility), terlalu banyak orangtua kelas menengah yang mengabaikan tanggungjawab individual anak dan mengalihkannya kepada oranglain.
Model pendidikan yang dikemas dengan penuh kompetisi, juga menghasilkan anak-anak yang tumbuh miskin dengan empaty. Yang terjadi belakangan adalah saling mengalahkan, 'membunuh' dan menjatuhkan bukan saling tolong menolong dalam perbuatan baik dan kebajikan.
Saya kira semua orangtua akan berpendapat sama, bahwa sehebat dan sesukses apapun dalam profesi, tak ada yang lebih membanggakan ketika pulang dari kesibukan bisnisnya disambut anak-anak yang berahlaq dan berprestasi. Inikah Qurrota a'yun yang sering kita panjatkan dalam doa kita?
Keterampilan sukses mengantar suksesi tidak hanya untuk perusahaan, namun juga berlaku untuk keluarga. Membangun komitmen fokus dan tulus pada pendidikan anak, harus ditularkan pada istri.
Sementara belajar keras dan cerdas harus ditanamkan ke anak-anak, seperti kultum yang sering saya pesankan saat usai sholat jamaah,"Anak-anak, keraslah pada dirimu sendiri, niscaya semesta akan lunak/lembut kepadamu, sebaliknya jika kalian lunak pada diri sendiri(tidak punya disiplin diri), maka semesta akan keras padamu".
(Disalin dari Buku Mission INI Possible. Penulis: Misbahul Huda)
Read More..

Kamis, 05 Februari 2009

Nisa, Putriku sayang






Ketika saya sedang membersih kan mobil, Nisa, sibuk berlari-lari sambil menyebut "ayahku, ayahku.." betapa senangnya Nisa melihat ayahnya yang sedang membersihkan mobil.

Ditengah mirisnya gegap gempita kehidupan, keluarga bahagia seolah gambaran
yang sulit dicapai. pertengkaran, perceraian hampir menghiasi berita yang
dikonsumsi oleh masyarakat. Apa yang sebenarnya dimasyarakat ini?

Dimasyarakat manapun keluarga merupakan rujukan keberhasilan dan
kebahagiaan. Jika ada orang gagal dalam karier, namun sukses dalam kehidupan
keluarga, maka dia tetap dipandang sukses. Tapi jika ada orang yang gagal
didalam mengurus keluarga namun sukses didalam kariernya maka orang itu
dipandang gagal. Itulah sebabnya peran ayah sebagai teladan dan bunda sebagai
pengayom berperan sebagai figure bagi anak-anaknya sekaligus pondasi didalam
rumah tangga.

Sambil mengelap mobil setelah dicuci, Nisa berlari menghampiri saya sambil mengatakan, "ayahku..ayahku.." Tak kuasa menahan airmata seorang ayah untuk melihat anaknya yang begitu bangga pada ayahnya. Oh..Nisa, Putriku sayang.
Read More..

Selasa, 03 Februari 2009

Athira


Athira
A lhamdulillah bunda diijinkan Allah melahirkan anak

T elah lama bunda nantikan kehadiran ananda sholehah

H alus tutur kata ananda, penyayang, peduli anak yatim

I khlas menemani bunda dalam suka dan duka bersama

R iang gembira menyambut kelahiran Anisa dan Indie

A nanda selalu menyenangkan hati ayah dan bunda.



Karya: Bunda Mekarwaty
Read More..

Semoga Athira mendapat hidayah Allah




Subhanallah saya dikarunia 3 orang putri sholehah oleh Allah swt. Alhamdulillah.


Athira adalah putri kami, Anak sulung kami InsyaAllah pada tanggal 24 November 2009 usianya pas 9 tahun, saya sebagai bunda athira selalu mengajak Tira panggilan akrabnya athira, kemana saja terutama ;mengunjungi panti asuhan,peduli korban gempa dan banjir. Juga melihat petani bercocok tanam harus menunggu 6 bulan sampai menjadi sebutir padi yang siap dipanen.

Saat itu tira belum mempunyai adik, masih sendiri selama 5 tahun, bersama mbak Ima yang mengasuh putri kami anak yatim yang sudah ditinggal ayahnya sejak Ima baru berusia 36 hari. Tira sangat sayang mbak Ima yang telah sabar, mengantar Athira ngaji di TPQ sejak usia 3 tahun. Hari pertama di TPQ ditunggu Mbak Ima.Pada saat masuk TK ditunggu bunda.
Suatu saat ramadhan kami pernah berbuka puasa bersama anak yatim di panti asuhan.Tira menangis ketika seorang yatim putri seusia Athira menyanyikan lagu 'Bunda' ciptaan Melly Goeslaw. Saat itu usia tira baru 5 tahun dengan polosnya ia berkata: "Alhamdulillah aku masih punya bunda, kasihan anak yatim itu, bisa menyanyikan lagu bunda tetapi tidak merasakan kasih sayang bunda".

Tanggal 8 Mei 2008, Omnya Athira yang di jakarta meninggal dunia. Meninggalkan 3 orang anak, Tyas,Ayu dan Bagas. Kepedulian tira terhadap saudaranya yang yatim sangat luar biasa. Saat mereka ke Surabaya tira menjemputnya, dan setelah beberapa lama tinggal di Surabaya banyak hal yang saya saksikan sebagai bundanya, peduli dan sangat menyayangi saudara Yatimnya. Mau berbagi, semangat memberi dan mengambil hikmah.

Bunda, memang belum dapat membahagiakan Tira, Alhamdulillah dengan keprihatinan hidup yang tira alami menambah kasih sayang dan kepedulian juga semangat belajar dan berbagi ilmu dengan saudara dan teman-temannya. Amin. Doa bunda selalu menyertai perjalanan hidup ananda sholehah;"Athira Ananda shafira".















Read More..

Senin, 02 Februari 2009

Saat Ini.......Disini.......




Dalam bukunya “Berjalan Di atas Air”, Anthony de Mello menceritakan kisah berikut.

Seorang prajurit perang tertangkap dan disandera oleh musuhnya, kemudian dijebloskan dalam penjara. Dalam penjara si prajurit tahu bahwa esok hari ia akan mengalami pemeriksaan dan penyiksaan. Bayangan siksaan dan penderitaan yang akan dihadapinya membuat si prajurit gelisah, cemas dan ketakutan, sehingga pada malam itu walaupun ia merasa begitu lelah, ia tidak dapat tidur.
Namun ditengah kegelisahan, kecemasan dan ketakutan itu tiba-tiba ia mendapat ‘insight”. Ia bertanya pada batinnya sendiri, “Kapan aku akan diperiksa dan disiksa ? Besok. Tapi “besok” bukanlah sesuatu yang nyata, sementara yang real, yang sungguh-sungguh nyata adalah yang “saat ini dan disini”.
Dengan kesadaran baru yang menyelimuti dirinya, prajurit itu pun menjadi tenang dan akhirnya dapat tertidur dengan pulas. Siksaan dan penderitaan yang akan dialaminya besok, biarlah menjadi urusan besok, karena besok bukanlah sesuatu yang nyata. Bahkan siapa yang dapat menjamin “besok” pasti datang, bagaimana kalau terjadi kiamat pada tengah malam ini ?
Merenungi kisah diatas, mau tidak mau memaksa kita melihat kembali, bagaimana kita “hidup” sehari-hari. Apakah kita hidup secara real dan secara nyata, dengan senantiasa menyadari dan menghayati setiap detik yang kita alami dalam kehidupan kita, dan senantiasa menyadari penuh apa yang kita alami, dan “dimana” kita berada.
Dalam jaman yang penuh dengan “ketergesaan” saat ini, bukan rahasia lagi, banyak orang yang sebenarnya tidak pernah hidup secara nyata. Mereka memang nampak hidup, tapi bukan disini dan saat ini. Mereka memang hidup, tapi mereka hidup dalam dua pilihan yang sesungguhnya tidak nyata, kalau tidak hidup di masa depan, mereka malah masih hidup dan terikat dimasa lalu.
Anda bisa saja menyaksikan seseorang tengah duduk dan “seolah-olah” menikmati makan siangnya di sebuah meja. Namun kalau anda mampu “melihat” kedalam diri orang itu, pada saat orang itu terlihat tengah makan siang, dalam diri dan pikirannya ternyata ia malah tengah terlibat dalam pertengkaran hebat dengan seseorang 3 bulan yang lalu. Atau sebaliknya, ketika orang itu terlihat tengah makan siang, sesungguhnya pada saat itu dalam diri dan pikirannya ia tengah melakukan presentasi penjualan sebuah produk baru, disebuah meeting yang sesungguhya dijadwalkan 5 minggu yang akan datang.Orang itu memang tengah terlihat tengah makan siang disini dan pada saat ini, tapi pikiran dan jiwanya berada di masa lalu, bahkan dimasa akan datang. Ia memang terlihat sedang makan, namun tidak sedikit pun ia menyadari apa yang tengah ia makan, bagaimana cita rasa makanan itu, bahkan dimana ia tengah duduk menyantap makan siangnya itu. Sehingga ketika orang itu selesai makan, mungkin ia tidak tahu kenapa ia tiba-tiba merasa kenyang.
Inilah model hidup yang umum dialami oleh banyak manusia saat ini. Phisik mereka memang hadir disini dan pada saat ini, tapi pikiran, jiwa dan batinnya “melayang” entah kemana, disuatu tempat yang sesungguhnya tidak nyata.Yang sungguh ironis dan menyedihkan, banyak manusia yang seharusnya dapat hidup damai dan bahagia, disini dan pada saat ini, malah memilih hidup ditempat yang penuh penderitaan dan penyesalan dimasa lalu, atau memilih hidup ditempat yang penuh kecemasan dan kekhawatiran dimasa yang akan datang. Dua tempat dan waktu yang sesungguhnya bukan kenyataan.
Hidup damai dan bahagia, bukanlah khayalan dan fatamorgana. Hidup damai dan bahagia adalah hidup yang dihayatai secara penuh, detik demi detik, sekarang dan disini. It is now and here, neither past nor future.
Salam,
Read More..

Puncak pendakian




Ketika melakukan perjalanan mendaki gunung yang tinggi, seorang guru kebenaran tertawa-tawa penuh kegembiraan, padahal jalan mendaki gunung tersebut begitu menguras tenaga dan sangat melelahkan. Sebaliknya ketika menempuh jalan menuruni gunung yang lebih ringan, ia malah menangis penuh kesedihan.


Murid-murid sang guru yang menyertai perjalanan tersebut sangat keheranan dan menyimpan pertanyaan menyaksikan tingkah laku guru mereka tersebut. Adalah hal yang sangat aneh menurut mereka, pada saat perjalanan mendaki yang sangat melelahkan sang guru tertawa gembira, namun menangis sedih pada saat perjalanan menurun yang lebih ringan.Ketika hal itu mereka tanyakan kepada sang guru, sang guru pun menjawab, ketika jalan mendaki yang berat dan melelahkan, aku berpikir tidak lama lagi kita akan menempuh jalan menurun yang lebih ringan, maka aku pun tertawa-tawa gembira.


Sebaliknya ketika kita dalam perjalanan menurun yang ringan, aku teringat tak lama lagi kita akan menemui jalan mendaki yang melelahkan, makanya aku menangis sedih membayangkan beratnya perjalanan mendaki yang akan kita hadapi.Itulah hidup. Banyak orang mengibaratkannya sebagai sebuah roda. Kadang kita berada di atas, sebaliknya kita pun suatu waktu akan berputar dan menggelinding ke bawah.


Banyak manusia yang begitu bergembira ketika berada di atas. Saking gembiranya, banyak yang lupa, bahwa "atas" hanya merupakan awal dari "bawah". Ketika sudah berada di puncak yang tertinggi, sesungguhnya satu-satunya pilihan yang dimiliki manusia hanyalah turun dan kembali ke bawah.Bawah, sesungguhnya bukanlah keadaan yang mengerikan. Semua kita berasal dari bawah, kemudian secara perlahan-lahan, beringsut dan bergerak naik tahap demi tahap. Ada yang hanya mampu naik seperempat kemudian turun kembali, ada yang mampu naik setengah kemudian turun kembali, dan ada yan beruntung sampai ke puncak, dan tak lama kemudian harus turun kembali.


Atas dan bawah, naik dan turun sesungguhnya irama kehidupan yang sangat alamiah. Semakin kita lentur dan fleksibel mengikutinya, maka irama kehidupan tersebut tak ubahnya buaian kehidupan yang bisa sangat mengasyikkan, jiwa dan batin kita semakin tumbuh dan berkembang bersama ayunannya.


Namun jika kita berkeras dan menolak, mungkin kita akan patah dan remuk digilasnya.Dalam sebuah syairnya, Confusius pernah berujar :


Manusia dilahirkan sebagai bayi yang lemah dan lembut
Kemudian tumbuh menjadi besar dan kuat
Kemudian menjadi dewasa, tua, mati dan kaku;
Fahamilah, sesungguhnya keras dan kaku adalah kawan kematian
Sementara lemah dan lembut adalah sahabat kehidupan.
Read More..

Bunda, Jagalah anak-anakmu Diwaktu Kecil


Sebagian dari para ibu meninggalkan peranannya dalam mendidik anak-anaknya sehingga mendorong anak-anak untuk melakukan penyimpangan dan sikap durhaka terhadap kedua orang tua. Keberhasilan suatu keluarga tergantung peran seorang ibu. Karena itu, apabila seorang ibu dalam satu keluarga termasuk ibu yang baik, maka keluarga tersebut akan menjadi baik semuanya.



Jika seorang ibu dalam satu keluarga termasuk ibu yang jelek perangainya, maka rusaklah rumah tangga tersebut. Disinilah peran penting seorang ibu dalam menddidik dan mencetak keluarga yang baik.
Oleh karena itu, Islam sangat memperhatikan sekali masalah memilih istri yang saleh, yaitu dengan mengutamakan agama dan sifat-sifat yang mulia karena ia nanti akan menjadi seorang ibu yang harus mendidik putra-putrinya.



Allah swt. berfirman,"... Wanita yang saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)...." (an-Nissa':34).
Istri yang sukses adalah istri yang berkepribadian baik, bertakwa, dan bisa menjaga diri ketika suaminya tidak ada di rumah.
Al-Qurthubi berkata dalam Tafsir-nya, "Maksud ayat tersebut ialah memerintahkan istri untuk taat kepada Allah, melaksanakan kewajibannya dalam menjaga harta dan dirinya ketika suami tidak ada di rumah."
Diriwayatkan dalam Musnad Abi Dawud ath-Thayalisi, dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda,



"Sebaik-baik istri adalah ketika kamu ( suami ) memandangnya ia bisa membuat senang terhadapmu, apabila kamu memerintah dia menaatinya, dan apabila kamu tidak ada di rumah maka dia bisa menjaga dirinya dan hartamu." (HR Abu Dawud dalam Sunan-nya bab zakat: 32, dan Ibnu Maajah dalam Sunan-nya bab nikah:5)
Sungguh Rasulullah saw. telah memuji wanita-wanita Quraisy-sebagaimanan pembahasan yang lalu, Mereka mendapat pujian, karena mampu menjaga anak-anak dan menjaga rumah tangga suami-suaminya.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda,
"Sebaik-baik wanita yang menunggang unta adalah wanita salehah dari kaum quraisy, yaitu wanita yang paling sayang terhadap anaknya ketika masih kecil dan mengikuti kepemimpinan suaminya." (HR Bukhari dalam Shahihnya bab al-Anbiya':46, dan nikah:12 dan Ahmad:2/269)

Ibu adalah madrasah pertama sekaligus guru yang sangat berpengaruh terhadap anak-anaknya. Apabila dia mampu memberikan pendidikan dengan baik dan mengarahkan dengan dasar-dasar keberhasilan maka mereka akan tampil sebagai orang-orang yang mulia yang tidak akan goyah dengan berbagai pengaruh dan situasi.
Sungguh bagus syair berikut,

"Ibu adalah bagaikan madrasah, apabila kamu mempersiapkannya dengan baik maka kamu berarti telah mempersiapkan sebuah bangsa yang mempunyai akar yang baik".
Umar ibnul Khaththab dalam masalah ini juga telah memberikan batasan tentang hak anak, yaitu ketika salah satu anak bertanya kepada dia, "Apa hak anak terhadap ayahnya?" Kemudian Umar menjawab, "Memilihkan ibu yang baik, memberikan nama yang bagus, dan mengajarkan Al-Qur'an."

Utsman bin Affan berkata kepada anak-anaknya, "Wahai anak anakku, orang yang menikah itu bagaikan orang yang menanam, maka seseorang harus memperhatikan di manakah dia harus meletakkan tanamannya karena akar yang jelek itu jarang berbuah maka pilihlah akar yang baik walaupun menunggu untuk beberapa saat."

Wahai para ibu, didiklah dirimu dan anak-anakmu untuk taat kepada Allah swt. dan jagalah mereka jangan sampai jatuh melakukan maksiat dan jangan sampai kamu membiarkan pendidikan mereka di waktu kecil, karena yang demikian itu akan menjadikan anak berbuat durhaka di waktu besarnya.

Janganlah kamu menyibukkan dirimu sendiri dan melalaikan dari memperhatikan mereka. Sebab, apabila hal itu terjadi, maka mereka akan ikut tipu daya setan, teman yang jelek, dan mereka akan melakukan tindakan durhaka. Seperti yang diriwayatkan Rasulullah saw., beliau bersabda, "Cukup bagi seseorang berdosa jika ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya."
Sungguh bagus syair berikut,

"Rumah tangga bisa menjadi rusak dan hampir akan hancur."

"Karena di dalam rumah tangga tersebut tidak ada ibu-ibu yang mempunyai rasa kasih sayang (terhadap anak-anaknya) dan mereka selalu tidak ada di rumah".

"Mereka sering keluar rumah, adakalanya menghadiri pesta-pesta atau didatangi kawannya."

"Mereka membicarakan trend mode terakhir atau selalu begadang malam."

"Anak-anak kita hidup dalam pengasingan yang tidak mempunyai kasih sayang dan tidak mendapat perhatian."

"Mereka tidak mendapatkan belaian kasih sayang seorang ibu sehingga kehidupan mereka menjadi rusak."

Sungguh apabila seorang anak hidup dalam pengasingan, maka ketika mereka berkembang dan kehilangan kasih sayang, belas kasihan dan petunjuk dari kedua orang tua, mereka tidak akan tahu akan makna berbakti terhadap kedua orang tua.
Mereka tidak tahu akan arti ikatan keluarga dan tidak tahu hak-hak orang tua terhadapnya sehingga hubungan mereka dengan dengan orang tua selalu diwarnai dengan perbuatan durhaka terhadap kedua orang tua.
Read More..